Kadis Ketahanan Pangan Kota Tual Soroti Kendala Distribusi dan Harga Beras SPHP di Maluku

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 16:00 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Ambon, GardaMaluku.com– Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah kepulauan Maluku menghadapi sejumlah kendala yang dinilai menghambat akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap beras dengan harga terjangkau.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual, Darnawati Amir, dalam kegiatan yang digelar di Swiss-Belhotel Ambon, Rabu (13/8/2025).

Menurut Darnawati, salah satu persoalan utama adalah kebijakan penjualan beras SPHP yang hanya tersedia dalam kemasan 5 kilogram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini dinilai tidak sesuai dengan daya beli sebagian warga yang hanya mampu membeli beras dalam jumlah kecil, yakni 1–2 kilogram.

Baca Juga :  OBS Ambon Jadi Wadah Pembentukan Karakter dan Prestasi Generasi Muda

“Dengan harga Rp 13.500 per kilogram untuk wilayah Papua–Maluku, masyarakat harus menyiapkan Rp 67.500 untuk membeli satu kemasan. Ini tentu memberatkan bagi mereka yang berpenghasilan rendah.”

“Akibatnya, warga terpaksa membeli beras dengan harga lebih mahal meskipun kualitasnya sama,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP yang dinilai belum memperhitungkan biaya distribusi di wilayah kepulauan.

Tingginya ongkos transportasi multimoda—mulai dari angkutan laut, darat, hingga upah buruh—dapat berdampak signifikan pada harga akhir di pasaran.

“Kami mengusulkan agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menetapkan HET beras SPHP sesuai kondisi dan biaya distribusi masing-masing wilayah,” tegas Darnawati.

Baca Juga :  Rumah Inspirasi dan PWI SBB Akan Gelar Dialog Mengulik Isu Tambang dan Politik

Ia menambahkan, persoalan ini telah disampaikan kepada Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Gubernur Maluku. Rencananya, akan digelar pertemuan antara Bulog dan Gubernur untuk membahas solusi.

Darnawati berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan langkah strategis, termasuk kemungkinan subsidi transportasi bagi daerah dengan keterbatasan anggaran.

“Kami selaku pemerintah daerah berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret agar masyarakat dapat mengakses beras dengan harga terjangkau. Program SPHP seharusnya menjadi solusi, namun saat ini manfaatnya belum optimal di wilayah kepulauan,” pungkasnya. ***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mosi Tidak Percaya Mengguncang Musda IV Golkar MBD, Pimpinan Kecamatan dan Ormas Pendiri Minta DPD I Ambil Alih
Tanjung Batu Merah Kembali Jadi Perhatian Pemerintah, Tamaela: Tutup Kembali
240 CPNS Pemkot Diminta Memahami Teori Terapkan Nilai-Nilai Dasar Pelayanan Masyarakat
SMPN 2 Ambon Mendukung Program Pol PP Terkait PENTAS
Saham 1 persen Ambil Alih, DPRD Ambon Pertanyakan RUPS PT. DSA Tak Kunjung Digelar
Terkait Mie Gacoan, Upulatu : Jika Masih Bau, Tutup Lagi
Pemkot Ambon Tegaskan P3K Wajib Taat Asas Dalam Bekerja
Pertamina Dan Pemkot Ambon Berikan Bantu Korban Kebakaran Batu Merah

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 19:56 WIT

Mosi Tidak Percaya Mengguncang Musda IV Golkar MBD, Pimpinan Kecamatan dan Ormas Pendiri Minta DPD I Ambil Alih

Selasa, 22 September 2026 - 14:58 WIT

Tanjung Batu Merah Kembali Jadi Perhatian Pemerintah, Tamaela: Tutup Kembali

Selasa, 22 September 2026 - 14:53 WIT

240 CPNS Pemkot Diminta Memahami Teori Terapkan Nilai-Nilai Dasar Pelayanan Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 - 14:39 WIT

Saham 1 persen Ambil Alih, DPRD Ambon Pertanyakan RUPS PT. DSA Tak Kunjung Digelar

Selasa, 22 September 2026 - 14:36 WIT

Terkait Mie Gacoan, Upulatu : Jika Masih Bau, Tutup Lagi

Berita Terbaru