Minim Capaian di 100 Hari Kerja, IMAPPEL Soroti Kebijakan Bupati Bursel

- Redaksi

Jumat, 13 Juni 2025 - 00:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minim Capaian di 100 Hari Kerja, IMAPPEL Soroti Kebijakan Bupati Bursel

i

Minim Capaian di 100 Hari Kerja, IMAPPEL Soroti Kebijakan Bupati Bursel

AMBON,– Masa 100 hari kerja La Hamidi dan Gerson Selsily, yang dilantik pada Februari 2025 lalu sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel) hingga saat ini tidak memberikan tanda-tanda yang signifikan untuk kemajuan di daerah itu.

Hal ini, mendapat sorotan tajam dari Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Lumoy (IMAPPEL). Organisasi itu menilai bahwa hingga kini belum terlihat capaian signifikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ketua IMAPPEL, Hasan Souwakil, dalamz keterangan yang diterima oleh media ini, menyatakan bahwa kinerja pemerintah daerah selama tiga bulan pertama hanya dipenuhi retorika tanpa aksi nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengapresiasi visi dan misi yang disampaikan Bupati saat kampanye, tetapi realisasinya belum kami lihat. Rakyat membutuhkan bukti, bukan janji,” Ujarnya. Kamis, (12/6/25)

Sorotan utama IMAPPEL tertuju pada beberapa sektor strategis, seperti pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Menurut Hasan, data yang dikumpulkan IMAPPEL, banyak proyek pembangunan jalan dan jembatan yang belum berjalan sesuai rencana.

Selain itu, fasilitas pendidikan dan kesehatan di wilayah terpencil seperti Kecamatan Fena Fafan dan Ambalau, masih minim perhatian.

Baca Juga :  Pasca Terbit Surat 600 - Exavator Hangus, Palang Jalan Serentak Tapi Bupati SBB Sibuk Wara-Wiri

“Di Fena fafan, misalnya, akses ke fasilitas kesehatan masih sangat sulit. Padahal ini adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda,” tambah ketua IMAPPEL.

Selain itu, IMAPPEL juga mempertanyakan transparansi anggaran pemerintah daerah. Mereka mendesak agar Bupati membuka rincian penggunaan anggaran selama 100 hari pertama, terutama pada program-program yang telah dijanjikan sebelumnya.

“Kami melihat ada ketidaksesuaian antara apa yang direncanakan dengan apa yang dikerjakan. Ini harus dijelaskan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selanjutnya, rincian program yang belum realisasikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Bursel, diantaranya:

Program Pendidikan & Kesehatan gratis. Program Ketahanan Energi, peningkatan kuota BBM khusus minyak tanah dan subsidi listrik gratis untuk masyarakat miskin. Program Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan serta sarana transportasi laut di 6 Kecamatan.

Program Internet satelit gratis 1 Desa 1 starlink. Program Pangan Rakyat, beras gratis bagi masyarakat miskin. Program wira usaha dan UMKM, 1000 pengusaha baru khususnya anak-anak muda melalui pengembangan UMKM.

Baca Juga :  11 Anak Daerah Perwakilan 11 Kecamatan di SBB Dapat Kesempatan Jajaki Pendidikan S2

Program Ketahanan Pangan Daerah cetak lahan pertanian baru dan pembangunan gudang logistik terpadu. Program pemberdayaan masyarakat Adat, Pembangunan Rumah adat di setiap Desa Adat, Penyediaan 100 juta per desa Adat, penyediaan perda Adat.

Program Buru Selatan Berakhlak, yakni, bantuan pembangunan rumah adat, bantuan insentif tokoh adat, tokoh agama, guru ngaji dengan bekerja sama dengan BRIlink. Fungsikan kapal tanjung Tiram untuk melayani rute Ambalau – Waisama, Namrole – Leksula dan Kepala Madan.

Dari rincian program yang disampaikan oleh bupati dan wakil saat berkampanye hingga melewati 100 kerja tak kunjung direalisasikan dengan baik.

IMAPPEL secara organisasi berencana mengadakan audiensi langsung dengan Bupati untuk menyampaikan masukan dan mendesak percepatan realisasi program.

IMAPPEL berharap evaluasi 100 hari kerja ini menjadi momentum bagi pemerintah Bursel untuk meningkatkan kinerja dan mempercepat pelaksanaan program prioritas.

“Kami tidak akan berhenti mengawal kebijakan pemerintah daerah. Apa yang kami lakukan semata-mata demi kesejahteraan masyarakat Buru Selatan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Kabar Bae Par SBB: Gubernur Maluku Mulai Realisasikan Hibah Lahan di Piru
Komitmen Akuntabilitas, Bupati SBB Serahkan LKPD 2025 ke BPK
Safari Ramadan Gubernur di Huamual, KNPI SBB: Momentum Perkuat Persatuan Dorong Pembangunan
RBPL HIPMI Maluku Konsolidasi Internal Hingga Kunci Arah Perjuangan
Gereja Didorong Beperan Aktif Ditengah Krisis Umat
“Latupella vs Parera” Saksi Akui Objek Sengketa Bukan Milik Keluarga Parera
Konas 4 Mutiara Nusantara Resmi Dibuka di Ambon, Teguhkan Kolaborasi Gereja Atasi Persoalan Bangsa
Raih Prestasi Nasional Pengelolaan Dana BOS, SMK 2 Ambon Tegaskan Transparanasi dan Akuntabel

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 17:59 WIT

Kabar Bae Par SBB: Gubernur Maluku Mulai Realisasikan Hibah Lahan di Piru

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:45 WIT

Komitmen Akuntabilitas, Bupati SBB Serahkan LKPD 2025 ke BPK

Senin, 16 Maret 2026 - 23:23 WIT

Safari Ramadan Gubernur di Huamual, KNPI SBB: Momentum Perkuat Persatuan Dorong Pembangunan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:44 WIT

RBPL HIPMI Maluku Konsolidasi Internal Hingga Kunci Arah Perjuangan

Senin, 19 Januari 2026 - 10:19 WIT

Gereja Didorong Beperan Aktif Ditengah Krisis Umat

Berita Terbaru

Daerah

PKK SBB Juara I, Gubernur Maluku Tegaskan Peran Strategis

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:11 WIT

AMBON

Richard Luhukay Masuk Bursa Calon Sekot 

Rabu, 15 Apr 2026 - 17:46 WIT