Pedagang Terminal Mardika Minta Kelonggaran Waktu Jualan Jelang Nataru

- Redaksi

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GardaMaluku.com : AMBON, – Anggota DPRD Kota Ambon, Komisi II dari Fraksi Hanura, Hadiyanto Junaidi S.IP, menyampaikan aspirasi sejumlah pedagang yang berjualan di dalam pasar mardika beberapa hari kemarin.

Untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mendengar keluhan para pelaku usaha—khususnya pedagang di Terminal A dan B, Hadiyanto Junaedi memfasilitasi aspirasi tersebut.

Hal ini disampaikan Hadiyanto Junaedi kepada sejumlah awak media disela – sela waktu reses dirinya berlangsung di cafe roboht, Galunggung, Batu Merah, Selasa (09/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, setelah Rapat Dengar Pendapat antara pedagang terminal dan Komisi II, para pedagang meminta kebijakan Pemkot Ambon untuk dapat berjualan lebih awal, yakni mulai pukul 18.00 WIT, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Alasannya para pedangan, aktivitas kendaraan di dalam terminal mardika mulai berkurang pada pukul 18.00, sehingga ketika pedagang menjajaki barang dagangannya tidak mengganggu operasional angkot.

Baca Juga :  Ngobrol Pintar IAKN Ambon dan PMII UIN AMSA Kupas Politik Identitas dan Dinamika Kelas Sosial di Maluku

“Jika menunggu hingga pukul 21.00, WIT transaksi mereka sudah menurun drastis,” ungkap Hadiyanto mengulangi aspirasi para pedagang.

“Komisi II akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian, Satpol PP, dan pihak terkait lainnya untuk membahas ini,” jelas Hadiyanto lanjut.

Ia menegaskan bahwa meski terminal bukan lokasi resmi untuk berjualan, para pedagang tetap memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi kebersihan dan pungutan lainnya. Karena itu, Pemkot perlu memberikan kepastian lokasi berjualan, terutama jika relokasi akan dilakukan.

Hadiyanto juga menyoroti rencana Pemkot menyediakan tempat di kawasan Mardika, termasuk Pasar Apung, namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai pedagang mana yang akan dipindahkan. Sebelumnya, pedagang pernah direlokasi ke Pasar Gedung Putih, namun dinilai tidak representatif karena minim pengunjung.

“Tugas pedagang adalah mencari nafkah. Jika ditempatkan di lokasi yang pembelinya tidak ada, mereka pasti kembali ke terminal. Ini masalah yang harus diselesaikan secara bijaksana,” ujar kader Partai Hanura ini.

Baca Juga :  RDP Komisi I DPRD Kota Ambon Bahas Laporan PHK di Planet 2000

Dalam jangka pendek, para pedagang meminta izin berjualan di Terminal A dan B selama masa Nataru dan Lebaran. Mereka menegaskan tidak membangun lapak permanen, melainkan menggunakan lapak bongkar-pasang setiap malam, dan siap kembali tertib setelah momentum tersebut.

Komisi II juga akan memanggil Sekretaris Kota Ambon selaku Ketua Tim Penertiban dan Penataan Terminal untuk membahas relokasi dan penyediaan lokasi yang lebih layak.

“Kami tidak hanya bicara kebutuhan Nataru, tetapi penataan berkelanjutan. Konsep penataan menyeluruh harus segera disampaikan Pemkot agar masalah ini tidak muncul setiap tahun,” tegas Anggota DPRD Kota Ambon dua periode ini.

Ia menambahkan bahwa penertiban tetap penting untuk ketertiban kota, namun pemerintah juga harus memastikan tersedianya ruang yang adil bagi pedagang yang menggantungkan hidup di kawasan terminal. (Oliv)

Berita Terkait

“Tau Tanam, Tau Rawat” Gadihu Sepanjang Jalan Transit Passo Mati Kering
Diduga UPPKB Passo Pilih Kasih Penertiban Kendaraan
Penertiban Tambang Cinnabar Iha Didorong Jadi Momentum Jaga Keamanan dan Ketertiban
Terdakwa Meyzen Sahurilla Diputus Bebas 
Dikukuhkan sebagai Bunda Guru PGRI Kota Ambon, Lisa Wattimena Ajak Guru Jaga Integritas dan Wujudkan Generasi Emas
Setelah Dilantik Jadi Kepala Rutan, Meta Siap Lanjutkan Program Capaian
Yayasan Kesehatan GPM Perkuat Komitmen Pembenahan RS Sumber Hidup 
Jaga Kinerja Pemerintahan Tetap Optimal, Pemprov Maluku Proses Pengisian 79 Jabatan

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:21 WIT

“Tau Tanam, Tau Rawat” Gadihu Sepanjang Jalan Transit Passo Mati Kering

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:40 WIT

Penertiban Tambang Cinnabar Iha Didorong Jadi Momentum Jaga Keamanan dan Ketertiban

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:40 WIT

Terdakwa Meyzen Sahurilla Diputus Bebas 

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:41 WIT

Dikukuhkan sebagai Bunda Guru PGRI Kota Ambon, Lisa Wattimena Ajak Guru Jaga Integritas dan Wujudkan Generasi Emas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:36 WIT

Setelah Dilantik Jadi Kepala Rutan, Meta Siap Lanjutkan Program Capaian

Berita Terbaru

Daerah

Polisi Soroti Miras dan Narkoba di Tambang Sinabar Huamual

Senin, 24 Agu 2026 - 23:11 WIT