PT. Batutua Klarifikasi Insiden Pulau Wetar Pada DPRD Maluku

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 00:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GardaMaluku.com : Ambon,- Insiden  patahnya tongkang pengangkut material tambang yang terjadi di Pelabuhan Peta Park Pulau Wetar 26 Agustus 2025 lalu itu, yang menimbulkan beberapa persolan diklarifikasi PT. Batutua Kharisma Permai (BKP) saat rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD Provinsi Maluku.

Diduga akibat insiden tersebut menyebabkan pencemaran laut, matinya ikan, serta kerusakan biota akibat tumpahan material tambang yang bercampur dengan air laut dan diduga mengandung limbah B3.

Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Selasa,(21/10/2025) bersama Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Direktur Utama PT BTR, Boyke Abidin, secara tegas menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut sepenuhnya disebabkan oleh faktor teknis, menepis spekulasi bahwa ada unsur kelalaian manusia di balik kejadian itu.

Penjelasan ini menjadi titik terang yang menenangkan berbagai pihak yang selama ini berspekulasi soal penyebab insiden.

Boyke Abidin tegaskan, tongkang yang patah dalam insiden di Pelabuhan Peta Park, Pulau Wetar, masih memiliki sertifikat layak operasi dan selalu beroperasi sesuai standar keselamatan yang ketat. Ia meyakinkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Kami sangat menyesalkan kecelakaan ini. Namun, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami segera melibatkan perusahaan salvage profesional berakreditasi internasional dari jakarta untuk menangani pengangkatan bangkai kapal,” ungkap Boyke di hadapan anggota Komisi II.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan hasil awal yang memuaskan; bagian depan tongkang berhasil diangkat usai pemotongan, sementara bagian belakang masih tertahan dan diperkirakan perlu waktu sekitar satu minggu untuk diselesaikan.

Baca Juga :  Opening Sedekah Kurma Bertajuk Ramadhan Inspirasi Digelar di Ambon

“Biaya evakuasi pun tergolong besar, karena melibatkan tim salvage berpengalaman yang menggunakan teknik pengosongan dan pelambungan guna memastikan tongkang bisa ditarik keluar dari pelabuhan dengan aman,”ujarnya

Suasana rapat berubah tegang ketika diskusi beralih ke isu ketenagakerjaan dan dugaan pembungkaman informasi di lapangan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, Suanthie John Laipeny, melontarkan kritik keras terhadap perusahaan. Ia menuduh PT BTR tidak transparan terkait data tenaga kerja dan menyebut klaim bahwa 62 persen pekerja adalah warga lokal sebagai informasi yang menyesatkan.

Ketegangan meningkat karena anggota dewan menuntut kejelasan lebih lanjut, menegaskan pentingnya akuntabilitas perusahaan dalam memberikan data yang akurat demi kepentingan masyarakat dan tenaga kerja lokal.(Tsy)

Berita Terkait

Perempuan Taniwel Fungsionaris DPD KNPI Bilang, Perempuan Tak Bisa Dinilai dari Penampilan ; PKK Kerja Nyata
Aset Lapas Saumlaki Terselamatkan
Polres MBD Didesak SP3-kan Kasus Pelanggaran ITE Tersangka JM 
Wawali Ambon Apresiasi Ukhuwah Fest 2026
Matinya Nalar Pimpinan DPRD SBB dan Aleg Maluku Dapil Saka Mese Nusa
Bulog Percepat Pembangunan Infrastruktur Pangan di Maluku & Malut
MIP Terancam Bergeser ke Ambon, Pemuda dan Pemkab SBB Tetap Bersikap
Dialog Pemuda SBB Soroti Gagalnya MIP di Waisarisa

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:08 WIT

Perempuan Taniwel Fungsionaris DPD KNPI Bilang, Perempuan Tak Bisa Dinilai dari Penampilan ; PKK Kerja Nyata

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:16 WIT

Aset Lapas Saumlaki Terselamatkan

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:24 WIT

Polres MBD Didesak SP3-kan Kasus Pelanggaran ITE Tersangka JM 

Senin, 9 Maret 2026 - 16:51 WIT

Wawali Ambon Apresiasi Ukhuwah Fest 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:52 WIT

Matinya Nalar Pimpinan DPRD SBB dan Aleg Maluku Dapil Saka Mese Nusa

Berita Terbaru

Daerah

Aset Lapas Saumlaki Terselamatkan

Selasa, 10 Mar 2026 - 18:16 WIT

AMBON

Wawali Ambon Apresiasi Ukhuwah Fest 2026

Senin, 9 Mar 2026 - 16:51 WIT