Ambon, GardaMaluku.com– Tokoh nasional asal Maluku, Febry Calvin Tetelepta (FCT), menolak membahas isu politik saat menyerahkan hewan qurban kepada masyarakat Negeri Batu Merah, Kota Ambon, Minggu (24/05). Menurutnya, momentum Idul Adha harus dimaknai sebagai ruang ibadah, kebersamaan, dan kepedulian sosial, bukan arena pembicaraan politik.
“Ini acara ibadah, jangan bicara politik dulu. Nanti ada waktunya kita bicara politik,” ujar FCT sambil tersenyum kepada awak media usai prosesi penyerahan hewan qurban di kawasan Masjid An Nur.
Dalam agenda tersebut, FCT menyerahkan seekor sapi qurban kepada masyarakat Batu Merah melalui Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala. Prosesi penyerahan turut disaksikan tokoh masyarakat dan ratusan warga yang hadir. Sejumlah pengurus DPD KNPI Maluku juga tampak mendampingi kegiatan itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedatangan FCT disambut hangat masyarakat setempat dengan pengalungan kain adat khas Maluku sebagai simbol penghormatan dan penerimaan masyarakat adat Batu Merah.
FCT mengatakan, penyaluran hewan qurban di Batu Merah merupakan tradisi yang terus dijaganya setiap Idul Adha sebagai bentuk persaudaraan lintas masyarakat di Ambon.
“Tradisi ini tetap dilakukan di Al Fatah dan Batu Merah. Saya sudah berjanji untuk tetap bersama masyarakat di sini. Ini simbol bahwa kita hidup orang basudara tanpa sekat agama,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga solidaritas sosial dan budaya saling berbagi di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.
“Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, baik secara nasional maupun di Maluku, kita harus tetap saling berbagi dan menjaga persaudaraan. Itu yang paling penting,” ucap FCT.
Sementara itu, Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, menyampaikan apresiasi atas konsistensi FCT yang dinilai rutin hadir bersama masyarakat setiap momentum Idul Adha.
“Hari ini Pak Calvin kembali menyerahkan seekor sapi qurban kepada masyarakat Batu Merah. Ini bukan pertama kali, karena setiap Idul Adha beliau selalu hadir bersama masyarakat di sini,” ujar Ali Hatala.
Menurutnya, kehadiran FCT tidak hanya dimaknai sebagai bantuan sosial, tetapi juga bentuk kepedulian dan penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi dan terima kasih kepada beliau. Apa yang dilakukan ini merupakan bentuk ibadah sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat,” katanya.***


















