Ambon, Maluku– Kekosongan jabatan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pascapensiunnya H. Djafar Tunny menjadi perhatian berbagai kalangan. Sejumlah pihak mulai menyoroti figur yang dinilai tepat untuk mengisi posisi strategis tersebut demi menjaga keberlanjutan pelayanan keagamaan dan penguatan kerukunan umat beragama di daerah bertajuk Saka Mese Nusa itu.
Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku, Sahril Muslih, menilai sosok Moh. Wudji Putuhena memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai untuk memimpin Kemenag Kabupaten SBB.
Menurutnya, jabatan Kepala Kemenag tidak hanya berkaitan dengan tugas administrasi pemerintahan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan sosial keagamaan, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga harmoni antarumat beragama di daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seorang Kepala Kemenag harus mampu menjalankan fungsi pelayanan keagamaan sekaligus menjadi motor penggerak dalam memperkuat kerukunan umat beragama dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah maupun unsur Forkopimda,” kata Sahril di Ambon, Selasa.
Ia menjelaskan, penempatan pejabat pada jabatan strategis tersebut harus dilakukan berdasarkan pertimbangan profesional, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Sahril, dari sisi prosedural maupun kompetensi, Moh. Wudji Putuhena dinilai memenuhi syarat untuk menduduki jabatan Kepala Kemenag Kabupaten SBB. Selain memiliki kepangkatan dan golongan yang sesuai, Wudji juga dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pengabdian di lingkungan Kementerian Agama.
“Beliau memiliki rekam jejak yang cukup panjang dalam urusan pelayanan keagamaan dan pembinaan umat. Pengalaman itu menjadi modal penting untuk memimpin Kemenag SBB ke depan,” ujarnya.
Sahril juga menilai pemahaman terhadap karakteristik masyarakat dan kondisi sosial keagamaan di Kabupaten SBB menjadi faktor penting yang harus dimiliki seorang kepala kantor Kemenag. Dengan pengalaman yang dimiliki, Moh. Wudji Putuhena dianggap mampu membangun koordinasi yang efektif dengan pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.
Ia berharap proses penunjukan pimpinan Kemenag Kabupaten SBB dilakukan secara profesional dan mengedepankan aspek kompetensi, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi penguatan moderasi beragama dan peningkatan kualitas pelayanan keagamaan di daerah.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah figur yang memahami kebutuhan masyarakat dan mampu menghadirkan program-program nyata dalam penguatan kerukunan umat beragama. Karena itu, Moh. Wudji Putuhena merupakan salah satu sosok yang layak dipertimbangkan untuk memimpin Kemenag Kabupaten SBB,” pungkasnya.***


















