GardaMaluku.com, Ambon: Sekelompok Masyarakat Negeri Buano melangsungkan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Maluku, Rabu (09/08/2026).
Dalam aksi tersebut, mereka meminta agar Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menepati janji politiknya yang menjanjikan akan merealisasikan Puskesmas Rawat Inap di negeri Buano tersebut.
Hal ini disampaikan Koordinator Lapangan (Korlap) Ridwan Hitimala dalam menyampaikan keluhan pada aksi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya janji tersebut dilayangkan Hendrik Lewerissa atau yang sekarang sudah menjabat sebagai Gubernur Maluku dalam janji politik beberapa tahun lalu sebelum terpilih dan menang menjadi Gubernur sekarang ini.
“Kami hanya meminta realisasikan Puskesmas Rawat Inap dalam janji beliau, kasihan keluarga dan masyarakat di Negeri kami kesusahan dalam akses kesehatan apalagi sampai dengan rawat,” pungkasnya.
Pihaknya menekankan dan meminta kepada gubernur untuk segera dapat menjawab apa yang sudah disampaikan.
“Kami tetap konsisten menyampaikan aspirasi kami. Kami menegaskan bahwa Bapak Hendrik lahir dari anak negeri, jadi segeralah merealisasikan Puskesmas Buano. Kami sangat kesusahan,” pungkasnya.
Dalam aksi mereka, ada pun point yang dilayangkan kepada Gubernur Maluku, yakni mendesak gubernur maluku realisasikan komitmen yang pernah disampaikan kepada masyarakat negeri buano terkait penyediaan puskesmas rawat inap, sebagai bentuk tanggungjawab terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan.
Yang kedua, meminta gubernur maluku buka secara terbuka status realisasi janji tersebut mendesak Pemerintah Provinsi Maluku, menjelaskan secara terbuka, apakah pembangunan atau peningkatan status puskesmas Negeri Buano menjadi rawat inap telah masuk dalam perencanaan pelanggaran dan program priorias Pemerintahan Daerah.
Yang ketiga, jangan jadikan masyarakat Negeri Buano hanya sebagai objek janji politik, dan membuktikkan bahwa komitmen kepada masyarakat negeri buano bukan sekedar janji momentum politik, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan dan program nyata yang dapat dirasakan dan dirasakan masyarakat.
Keempat, desak peningkatan pelayanan kesehatan di Negeri Buano meminta Pemprov Maluku dan pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat memastikan ketersediaan tenaga medis, fasilitas rawat inap, obat-obatan, ambulans atau transportasi rujukkan serta pelayanan kesehatan 24 jam, apabila rawat inap direalisasikan.
Dan yang terakhir, kelima, jika janji tidak direalisasikan, meminta gubernur bertanggungjawab secara terbuka kepada masyarakat Negeri Buano. Serta memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat mengenai alasan belum terealisasinya komitmen tersebu serta menyampaikan langkah konkrit dan batas waktu penyelesaiannya.
“ Puskemas tersebut menjadi objek kita untuk berobat. kami meminta agar setega merealisasikan Puskesmas tersebut, agar masyarakat negeri Buano tidak kesulitan dalam pengobatan,” tutupnya.***


















