MIP Terancam Bergeser ke Ambon, Pemuda dan Pemkab SBB Tetap Bersikap

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:10 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaiuku.com : AMBON,- Rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kembali menjadi sorotan. Isu pemindahan lokasi proyek strategis nasional tersebut dari Pulau Seram ke Pulau Ambon mengemuka dalam Dialog Pemuda SBB yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Media Kafe Graha Ambon Ekspres, Rabu (04/03/2026).

Kegiatan yang diprakarsai Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) SBB itu menjadi ajang konsolidasi menjelang agenda Silaturahmi Akbar di Saka Mese Nusa. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi atas dinamika dan informasi yang berkembang terkait lokasi pembangunan MIP.

Dalam dialog, muncul kekhawatiran peserta terkait hasil kajian teknis yang disebut-sebut lebih merekomendasikan wilayah Liang atau Waai di Pulau Ambon dibandingkan Waisarisa di Kabupaten SBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Daerah (Sekda) SBB, K. Alvin Tuasuun, menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait pemindahan lokasi MIP.

“Prinsipnya, selama belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat bahwa MIP dipindahkan dari Pulau Seram ke Pulau Ambon, maka kami menganggap peluang itu masih ada dan kami akan tetap berjuang,” tegas Tuasuun usai kegiatan.

Baca Juga :  9 DPC Hanura Maluku Solid Bersatu, Barnabas Orno Jadi Nahkoda Pemersatu

Dirinya menyampaikan, sejak awal Pemerintah Kabupaten SBB bersama masyarakat menyambut rencana pembangunan MIP dengan penuh harapan. Proyek tersebut diyakini mampu memperlancar arus distribusi barang, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal.

Namun, Tuasuun mengakui adanya kekecewaan setelah beredar informasi bahwa hasil studi kelayakan menilai kesiapan teknis di SBB belum sepenuhnya memenuhi syarat. Meski demikian, ia menilai informasi yang beredar masih bersifat parsial.

“Kami sepakat kajian itu harus dipublikasikan secara terbuka agar bisa dikaji bersama, baik oleh akademisi, politisi, OKP, maupun seluruh lapisan masyarakat. Transparansi penting agar tidak muncul persepsi bias,” ujarnya.

Ia juga menyoroti aspek geologis sebagai faktor penting dalam pembangunan jangka panjang. Menurutnya, dinamika pergerakan tanah di sejumlah titik di Pulau Ambon perlu menjadi pertimbangan matang sebelum keputusan akhir diambil.

Meski tetap memperjuangkan pembangunan MIP di Waisarisa, Pemkab SBB menyiapkan langkah antisipatif apabila lokasi akhirnya ditetapkan di Pulau Ambon. Pemerintah daerah, kata Tuasuun, akan memastikan masyarakat SBB tetap memperoleh manfaat ekonomi dari proyek tersebut.

“Jika memang di Pulau Ambon, maka kita harus menyiapkan produk-produk lokal melalui koperasi dan wadah usaha lainnya agar bisa terserap di pasar yang lebih luas. Tujuannya tetap sama, meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan pengusaha lokal,” katanya.

Baca Juga :  Ucapan Terimakasih Kepada Sasube Sebelum Tinggalkan Kota Ambon

Selain itu, Pemkab SBB berharap pemerintah pusat dapat menghadirkan program strategis pengganti yang setara bagi daerah tersebut jika MIP resmi dipindahkan.

Dalam forum dialog, berbagai elemen pemuda, aktivis, dan akademisi turut menyampaikan pandangan serta rekomendasi. Pemerintah daerah berharap hasil forum tersebut dapat menjadi dasar advokasi ke tingkat provinsi dan pusat.

“Kita semua yang hadir di sini adalah representasi masyarakat. Jika kita bersatu, dorongan kita akan lebih kuat. Pendekatannya harus menyeluruh—pemerintah daerah, politisi, akademisi, hingga organisasi kepemudaan,” ujar Tuasuun.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara konstruktif dan mengedepankan solusi demi kepentingan bersama.

Diakhir pernyataannya, Sekda SBB menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan agar Maluku Integrated Port tetap dibangun di Waisarisa, Pulau Seram.

“Kami pemerintah daerah bersama seluruh komponen masyarakat akan terus berjuang dengan segala kemampuan yang ada, agar MIP tetap di Waisarisa. Harapan kami, pembangunan ini bisa berjalan di Pulau Seram dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya. (Oliv)

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Statement Presiden, Pendidikan Gratis: Akankah Janji Besar Negara Menjangkau Maluku?
Tanjung Batu Merah Kembali Jadi Perhatian Pemerintah, Tamaela: Tutup Kembali
240 CPNS Pemkot Diminta Memahami Teori Terapkan Nilai-Nilai Dasar Pelayanan Masyarakat
SMPN 2 Ambon Mendukung Program Pol PP Terkait PENTAS
Saham 1 persen Ambil Alih, DPRD Ambon Pertanyakan RUPS PT. DSA Tak Kunjung Digelar
Terkait Mie Gacoan, Upulatu : Jika Masih Bau, Tutup Lagi
Pemkot Ambon Tegaskan P3K Wajib Taat Asas Dalam Bekerja
Pertamina Dan Pemkot Ambon Berikan Bantu Korban Kebakaran Batu Merah

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:54 WIT

Statement Presiden, Pendidikan Gratis: Akankah Janji Besar Negara Menjangkau Maluku?

Selasa, 22 September 2026 - 14:58 WIT

Tanjung Batu Merah Kembali Jadi Perhatian Pemerintah, Tamaela: Tutup Kembali

Selasa, 22 September 2026 - 14:53 WIT

240 CPNS Pemkot Diminta Memahami Teori Terapkan Nilai-Nilai Dasar Pelayanan Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 - 14:43 WIT

SMPN 2 Ambon Mendukung Program Pol PP Terkait PENTAS

Selasa, 22 September 2026 - 14:39 WIT

Saham 1 persen Ambil Alih, DPRD Ambon Pertanyakan RUPS PT. DSA Tak Kunjung Digelar

Berita Terbaru

AMBON

SMPN 2 Ambon Mendukung Program Pol PP Terkait PENTAS

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:43 WIT