GardaMaluku.com : AMBON,– Pelaksanaan event Ascart Modified Expo (AMX) 2026 yang berlangsung selama dua hari, 16 – 17 Mei di pelataran Taman Budaya, Karang Panjang Ambon, dapat dikatakan perhelatan yang sangat luar biasa dan sukses besar.
Pasalnya, event dunia otomotif untuk kali kedua yang dilaksanakan ASCART ini menyita perhatian pera pecinta dunia otomotif, bukan saja untuk Kota Ambon, tetapi dari beberapa daerah diluar Kota Bontang seperti dari Kota Masohi Maluku Tengah.
Puncak acara penutupan dibarengi dengan pemberian hadiah berupa piala, piagam dan bonus kepada pemenang dari lima mata lomba yakni kontes mobil, kontes motor, sound system, fotografer dan Tamiya tak kalah menyerang, pasalnya panitia penyelenggara menyiapkan total 150 piala termasuk piala juara umum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk tahun ini yang keluar sebagai King of the King (Juara Umum) adalah peserta dari Cello Audio Design atas nama Veren Sipahelut karena berhasil menyabet 24 piala dari berbagai kategori.
Varen Sipahelut, di sela-sela acara penutupan kepada media ini, mengaku sangat bangga dengan penyelenggaraan AMX 2026, karena sangat luar biasa apalagi dirinya dinobatkan sebagai King of the King.

Selain mengapresiasi event tahunan gagasan ASCART ini, dirinya juga mengharapkan event ini bisa menambahkan peserta dari luar daerah dan kalau bisa lebih meriah dari kali ini.
Sementara itu, penggagas AMX 2026, Patrick Moenandar, mengaku sangat bersyukur dan bangga atas terselenggaranya even berskala besar tersebut.
Moenandar yang juga Ketua DPD Partai Perindo Kota Ambon ini menyampaikan rasa bahagianya melihat semangat tinggi dari seluruh elemen yang terlibat dalam keberhasilan acara tersebut.
“Saya bersyukur, di usia ke-42 tahun Activity Of Sport Club and Art (ASCART), kami masih diberi kekuatan dan kesempatan untuk membuat even-even besar seperti ini. Yang terjadi hari ini, antusiasme masyarakat, pengunjung, maupun peserta, semuanya luar biasa. Bisa dilihat dari kehadiran mereka, bahwa kami semua bersyukur dan menikmati puncak acara ini sampai ke klimaksnya,” ujar Moenandar seusai acara pembagian piala kepada juara.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Ambon ini, keberhasilan pelaksanaan AMX 2026 membuktikan bahwa hobi dan industri kreatif otomotif di Ambon dan Maluku secara umum memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan.
Ia menilai, ajang tahun kedua ini bukan sekadar kontes kendaraan biasa, melainkan sebuah wadah baru yang mampu menyatukan komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu semangat kebersamaan yang positif.
Lebih jauh, Moenandar memiliki mimpi besarnya agar dunia otomotif diakui secara resmi dan masuk ke dalam daftar cabang olahraga yang diperlombakan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Untuk hal ini, Moenandar menegaskan, cita-cita tinggi ini akan terus diperjuangkan meski memahami ada mekanisme panjang dan prosedur yang harus ditempuh.
“Kalau bicara soal PON, otomotif itu pasti akan kami perjuangkan agar masuk menjadi salah satu cabang olahraga. Namun kita paham betul, ada aturan dan mekanisme yang berlaku di dalamnya. Nantinya hal ini bisa kita bahas lebih mendalam dan kita rumuskan bersama, tentunya melibatkan pihak Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Ambon sebagai induk organisasi, agar langkahnya lebih terarah dan sesuai ketentuan,” tegas Moenandar.
Politisi muda ini berharap, keberhasilan AMX 2026 menjadi bukti nyata kesiapan Maluku dalam menyelenggarakan even-even berstandar tinggi. Langkah ini juga menjadi pijakan awal yang kuat agar ke depannya otomotif tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga menjadi sektor yang mampu menyumbang prestasi, pertumbuhan ekonomi, dan kebanggaan bagi daerah.
Dengan berakhirnya AMX 2026, harapan besar tertanam agar semangat kebersamaan dan kreativitas yang ditunjukkan selama dua hari ini terus terjaga, sekaligus menjadi motivasi bagi penyelenggaraan even yang lebih besar dan megah lagi di tahun-tahun mendatang.(Atick.T)


















