GardaMaluku.com, Piru— Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo bersama Kapolda Maluku Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan menembus perjalanan malam menuju Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), untuk meninjau langsung dampak konflik antara warga Negeri Lisabata dan Negeri Patahue.
Dalam kunjungan tersebut, keduanya didampingi Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya Brigjen TNI Rafael Granada Baay yang sejak awal turut mengawal rangkaian perjalanan dan penanganan situasi di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan berangkat dari Dermaga Ferry Hunimua, Negeri Liang, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (11/9/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIT menggunakan KMP Roka Tenda menuju Pelabuhan Waipirit di Kabupaten Seram Bagian Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut dalam rombongan antara lain Asintel Kodam XV/Pattimura, Asops Kodam XV/Pattimura, Danpomdam XV/Pattimura, Dansat Brimob Polda Maluku, Dantim Intelrem 151/Binaiya, Kasmin Kodam XV/Pattimura serta sejumlah ajudan.
Sebelum bertolak, Pangdam dan Kapolda tiba di Pelabuhan Hunimua sekitar pukul 21.45 WIT. Lima menit kemudian, rombongan melakukan proses naik kendaraan ke atas kapal sebelum melanjutkan pelayaran menuju Pulau Seram.
Sekitar pukul 23.35 WIT, rombongan tiba di Pelabuhan Waipirit dan langsung melanjutkan perjalanan darat menuju wilayah terdampak konflik. Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, Pangdam, Kapolda, dan Danrem tiba di Negeri Patahue sekitar pukul 02.10 WIT, Sabtu (12/9/2026).
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Taniwel untuk melihat langsung kondisi warga yang mengungsi akibat bentrokan. Pada pukul 02.45 WIT, Pangdam dan Kapolda bersama Danrem tiba di Kantor Kecamatan Taniwel dan melakukan pertemuan dengan pemerintah negeri serta perwakilan masyarakat dari Lisabata dan Patahue.
Dalam pertemuan tersebut, Pangdam dan Kapolda mendengarkan perkembangan situasi secara langsung sekaligus mendorong langkah-langkah penyelesaian konflik melalui dialog dan pendekatan persuasif. Danrem 151/Binaiya tampak mendampingi seluruh rangkaian kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah.
Dari hasil peninjauan lapangan, rombongan melihat langsung dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat konflik. Sejumlah rumah warga di Negeri Patahue dilaporkan terbakar, termasuk rumah pastor yang berada di desa tersebut.
Kehadiran Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, dan Danrem 151/Binaiya hingga dini hari menjadi sinyal kuat keseriusan TNI dan Polri dalam menangani konflik sosial yang terjadi di Taniwel. Selain memastikan situasi keamanan tetap terkendali, kunjungan tersebut juga dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak serta mempercepat langkah penyelesaian konflik.
Hingga Sabtu dini hari, Pangdam dan Kapolda bersama Danrem masih melanjutkan agenda koordinasi dan penanganan di lapangan guna mencari solusi terbaik bagi kedua negeri yang bertikai serta memastikan situasi keamanan tetap kondusif.



















