Pertikaian Patahuwe-Lisabata Pecah Setelah Insiden Kebakaran Kebun, Polisi Siagakan Personel

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 00:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GardaMaluku.com, Piru – Pertikaian antara warga Desa Patahuwe dan Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, kembali memanas pada Jumat (11/9/2026), setelah sebelumnya terjadi kebakaran di area kebun milik warga.

Polres SBB bersama TNI dan unsur pemerintah setempat langsung melakukan pengamanan untuk mencegah pertikaian meluas. Sebanyak 92 personel gabungan dikerahkan ke wilayah Patahuwe dan Lisabata.

Personel tersebut terdiri dari anggota Polres SBB, Polsek Taniwel, Polsek Taniwel Timur, Brimob, serta Koramil Taniwel. Aparat melakukan penyekatan dan memisahkan konsentrasi massa dari kedua desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan langkah tersebut diambil setelah aparat menerima laporan adanya peningkatan ketegangan di wilayah Taniwel.

“Polri bersama TNI dan unsur pemerintah setempat telah mengambil langkah cepat untuk melokalisir situasi. Saat ini situasi sudah dapat dikendalikan dan berangsur-angsur kembali kondusif,” kata Rositah.

Menurut Rositah, prioritas aparat adalah mencegah kedua kelompok warga kembali berhadapan dan memastikan masyarakat yang tidak terlibat tetap mendapatkan perlindungan.

“Yang menjadi prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan mencegah eskalasi. Karena itu personel ditempatkan untuk melakukan penyekatan dan pengamanan agar kedua kelompok tidak kembali bertemu,” ujarnya.

Baca Juga :  16 Besar Masawoy Cup 2026 Dimulai, Manipa Bersiap Semarakkan Kemerdekaan Lewat Sepak Bola

Kapolres SBB AKBP Revindo Pradikta Rulando mengatakan personel gabungan telah didorong ke lokasi untuk memperkuat pengamanan.

“Kami bersama unsur TNI dan Pemda langsung melakukan penyekatan dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar kembali ke desa masing-masing. Perkuatan personel Polres dan Brimob juga telah kami dorong ke lokasi untuk membantu mengendalikan situasi,” kata Revindo.

Selain pengamanan di lapangan, polisi melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat dari kedua desa untuk meredam ketegangan.

“Kami terus melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh dari kedua desa agar bersama-sama membantu menenangkan masyarakat. Kami mengimbau warga untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIT ketika terjadi kebakaran di area kebun milik salah seorang warga Desa Lisabata di wilayah Tanjung, Dusun Sisiulu, Desa Nuniali, Kecamatan Taniwel.

Warga Desa Patahuwe kemudian mendatangi lokasi untuk membantu memadamkan api. Namun, setelah warga Patahuwe kembali ke desanya, situasi berkembang menjadi ketegangan antara kedua kelompok warga.

Sekitar pukul 16.00 WIT, terjadi konsentrasi massa dari kedua pihak. Melalui koordinasi unsur Muspika Taniwel, warga Desa Lisabata kemudian kembali ke wilayahnya sehingga situasi sempat terkendali.

Baca Juga :  Bongkar Mafia Tanah! FDMM Desak Pemprov Maluku Tegas, BPN Ambon Dinilai Lalai

Namun, sekitar pukul 18.55 WIT, ketegangan kembali terjadi. Peristiwa tersebut kemudian berujung pada pembakaran sebuah rumah milik warga Desa Patahuwe.

Aparat langsung melakukan penyekatan dan memperkuat pengamanan di sejumlah titik untuk mencegah massa dari kedua pihak kembali bertemu.

Rositah mengimbau warga kedua desa tidak melakukan aksi balasan maupun tindakan provokatif yang dapat memperluas konflik.

“Situasi sudah kondusif. Masyarakat kami minta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan serta menyerahkan penanganan kepada aparat. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.

Ia juga meminta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat ikut menjaga situasi keamanan.

“Persoalan ini harus diselesaikan dengan kepala dingin. Kami mengajak seluruh masyarakat Patahuwe dan Lisabata untuk menahan diri dan memberikan ruang kepada aparat bersama pemerintah serta para tokoh masyarakat untuk mencari penyelesaian secara damai,” kata Rositah.

Hingga Jumat malam, situasi di wilayah Patahuwe dan Lisabata dilaporkan berangsur kondusif. Personel gabungan masih disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan susulan.

Sementara itu, aparat masih melakukan pendataan terhadap rumah yang terbakar dan kerugian yang ditimbulkan dalam peristiwa tersebut.***

Berita Terkait

Pengungsi Patahuwe Dapat Bantuan Pemda SBB dan Provinsi, TNI/Polri Lakukan Pengawalan
Ujung Tombak Pembangunan, Walikota Minta Lurah Perhatikan Daerah Masing-Masing
224 Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik, Wali Kota Ambon Tekankan Kinerja Sesuai Tupoksi
Memperingati HUT Ke 37, SD Negeri 75 Passo Perkuat Kolaborasi
Masjid Al’Nurul Passo Jadi Lokasi Jumat Berkah Korem 151/Binaiya, TNI dan Warga Bergotong Royong
Masih Momentum Haornas, Kodam Pattimura-Korem Binaiya dan ORADO Perkuat Sinergi Olahraga di Ambon
Masyarakat Negeri Buano Tagi Janji Politik Gubernur Terkait Pembuatan Puskesmas Rawat Inap
Pangdam Tutup Dikmata TNI AD 2026, Danrem 151/Binaiya Ikut Saksikan Penyumpahan Prajurit Baru

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:28 WIT

Pengungsi Patahuwe Dapat Bantuan Pemda SBB dan Provinsi, TNI/Polri Lakukan Pengawalan

Sabtu, 12 September 2026 - 00:23 WIT

Pertikaian Patahuwe-Lisabata Pecah Setelah Insiden Kebakaran Kebun, Polisi Siagakan Personel

Jumat, 11 September 2026 - 13:40 WIT

Ujung Tombak Pembangunan, Walikota Minta Lurah Perhatikan Daerah Masing-Masing

Jumat, 11 September 2026 - 10:24 WIT

Memperingati HUT Ke 37, SD Negeri 75 Passo Perkuat Kolaborasi

Jumat, 11 September 2026 - 10:18 WIT

Masjid Al’Nurul Passo Jadi Lokasi Jumat Berkah Korem 151/Binaiya, TNI dan Warga Bergotong Royong

Berita Terbaru

Regional

Gubernur Maluku Bantah Tegas Isu Lonjakan Harta Rp15 Miliar

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:44 WIT