Gardamaluku.com, Ambon- Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa akhirnya merespons polemik yang memuat sorotan publik terkait lonjakan harta kekayaannya di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Ia membantah keras narasi yang menyebut kekayaannya bertambah hingga lebih dari Rp15 miliar semenjak ia memegang kendali kepemimpinan di daerah.
Isu ini mencuat setelah perbandingan data LHKPN memperlihatkan selisih angka yang signifikan, memicu tanda tanya di tengah masyarakat hingga menjadi perbincangan hangat. Menanggapi hal tersebut, Hendrik menegaskan bahwa informasi yang mengeklaim hartanya melonjak drastis adalah keliru.
Menurutnya, selisih angka yang muncul dalam laporan tersebut murni disebabkan oleh proses pendataan dan pencatatan aset sebelumnya yang dilakukan secara tergesa-gesa. Hendrik memastikan, seluruh aset yang kini tercatat dalam instrumen LHKPN miliknya bukanlah perolehan baru, melainkan harta yang sudah dimiliki jauh sebelum dirinya dilantik sebagai Gubernur Maluku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polemik transparansi ini sempat mengundang berbagai atensi publik, termasuk dari kalangan akademisi dan pakar hukum. Kendati demikian, pihak gubernur memilih untuk meluruskan informasi ini agar publik tidak terjebak dalam disinformasi, serta menegaskan komitmennya untuk tetap fokus bekerja melayani masyarakat Maluku.


















