Keluarga AB Visum dan Lapor Polisi, Kasus Penganiayaan di Seira Belum Diproses

- Redaksi

Minggu, 8 November 2026 - 12:02 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

SAUMLAKI, GARDA-MALUKU.COM, – Kasus penganiayaan yang menimpa Sakait dalam insiden di Welutu Seira, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Keluarga korban telah melakukan visum dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Seira sebulan lalu, namun hingga berita ini diturunkan, kasusnya masih belum diproses.

Peristiwa bermula pada Sabtu, (2/11/2026) saat berlangsung pesta pernikahan di Seira. Nyong Narwadan diduga hendak melompati pagar untuk masuk ke area pesta. Di samping pagar tersebut, Anggota DPRD Yan Sairdekut dan Kepala Inspektorat (Layan) tengah duduk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat hal itu, Alfred Besitimur selaku tuan pesta syukuran nikah langsung menegur Nyong. Ia meminta Nyong tidak melompat pagar dan masuk pesta terlebih dahulu, serta menyarankan agar yang bersangkutan pulang mengganti pakaian karena acara tersebut merupakan acara resmi.

Teguran itu disampaikan karena Nyong hanya mengenakan celana pendek yang dinilai tidak pantas untuk menghadiri pesta.

Namun, teguran tersebut mendapat respons kurang baik dari Nyong. Ia disebut membalas dengan kata-kata, “Kalau beta bikin kaco, sapa yang marah?”

Mendengar bantahan tersebut, Lopi om dari Alfred ikut menegur Nyong. Bukannya mengindahkan, Nyong justru melontarkan kata-kata tak pantas atau makian. Lopi kemudian menampar Nyong.

Situasi semakin memanas ketika anak-anak yang berada di pesta mengejar Nyong hingga ke jalan bawah. Nyong lalu membawa massa ke lokasi acara. Beruntung, aparat Polisi dan Tentara yang siaga saat itu mampu mengendalikan situasi.

Esok Harinya, Massa Cari Bob
Tidak puas dengan kejadian pada hari itu, esok harinya, Minggu (3/10/2026), Nyong diduga membawa massa yang diketuai Bory Rengrengulu dan mencari Bob Besitimur, adik Alfred di rumahnya. Namun, Bob tidak berada di tempat.

Karena tidak menemukan Bob, massa disebut mengancam ayah Bob. Mereka menyatakan bahwa apabila Bob tidak ditemukan, maka ayah Bob yang akan menjadi sasaran.

Ancaman itu ternyata berujung nyata. Lantaran Bob tetap tidak ditemukan, salah satu orang dari massa langsung menghajar salah satu paman Alfred dan Bob yaitu Skait Rumenga yang berada di lokasi. Akibatnya korban mengalami luka-luka dan memar.

Visum dan Laporan Polisi
Tak terima dengan aksi massa tersebut, pihak keluarga Alfred Besitimur melakukan visum di Puskesmas Seira pada Minggu, (3/10/2026).

Mereka kemudian melanjutkan dengan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Seira melalui piket Yogi.

Laporan polisi (LP) diterima Yogi pada Senin (4/11/ 2026). Aparat kepolisian saat itu menyatakan kasus akan diproses, namun masih menunggu penyidik (serse) yang akan datang untuk mengambil BAP.

Namun, hingga saat ini, kasus tersebut belum juga diproses. Sementara itu, Kanit Serse Polsek Seira (Yamin) disebut akan mengirim undangan, tetapi sampai sekarang undangan tersebut tidak kunjung ada.

Pihak keluarga berharap kasus penganiayaan ini segera diproses secara hukum agar keadilan dapat ditegakkan.

Hingga berita ini dipublish pihak kepolisian saat dihubungi melalui Kasie Humas Polres Kepulauan Tanimbar belum memberikan respon.

 

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CSR atau Alat Lobi? Ini yang Bikin Forum Save Hutan Yamdena Murka Saumlaki, Garda-M
Pembangunan RS Rp.200 Miliar Dihalangi Manuver Politik, Nurani Sangadji, Jangan Korbankan Rakyat Demi Transaksi Lahan!
Janji Gubernur Maluku Tak Kunjung Terbukti, Pemuda Lermatan Siap Blokir Lahan 662
Pengampunan dan Dialog, Kunci Penyelesaian Konflik Tanah Lorulun-Atubul
Uskup Seno Ingatkan Warga Katolik Tanimbar: Selesaikan Konflik Tanah dengan Baik, Bukan dengan Panah
Somar Awear hingga Sam Bomaris, Lirik Lama yang Hidupkan Sejarah Panggilan Imam
Harta dalam Bejana Tanah Liat: Syukur 25 Tahun Imamat di Lorwembun
Dengar Keluh Warga Sabal, Yan Sairdekut Siapkan Speedboat dan 10 Titik Lampu Jalan

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 12:02 WIT

Keluarga AB Visum dan Lapor Polisi, Kasus Penganiayaan di Seira Belum Diproses

Jumat, 6 November 2026 - 19:37 WIT

CSR atau Alat Lobi? Ini yang Bikin Forum Save Hutan Yamdena Murka Saumlaki, Garda-M

Kamis, 5 November 2026 - 14:28 WIT

Pembangunan RS Rp.200 Miliar Dihalangi Manuver Politik, Nurani Sangadji, Jangan Korbankan Rakyat Demi Transaksi Lahan!

Selasa, 3 November 2026 - 14:11 WIT

Janji Gubernur Maluku Tak Kunjung Terbukti, Pemuda Lermatan Siap Blokir Lahan 662

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:21 WIT

Pengampunan dan Dialog, Kunci Penyelesaian Konflik Tanah Lorulun-Atubul

Berita Terbaru

Pendidikan

IvenDino : Jefri Gultom Layak Pimpin DPP GAMKI

Minggu, 8 Nov 2026 - 17:37 WIT