Somar Awear hingga Sam Bomaris, Lirik Lama yang Hidupkan Sejarah Panggilan Imam

- Redaksi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:19 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

TANIMBAR, Garda-Maluku.com, – Suasana Desa Lorwembun, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin (26/10/2026) pagi hingga malam tampak berbeda dari biasanya. Ribuan umat memadati Paroki Santo Yoseph Lorwembun untuk merayakan 25 tahun imamat tiga imam putra daerah: RD. Agoes Arbol, RD. Kornelis Seralarat, dan Uskup Seno Ngutra.

Perayaan perak ini tidak hanya menjadi momentum syukur, tetapi juga menghidupkan kembali sejarah panjang panggilan imamat dari tanah Lorwembun.

Shari sebelumnya, umat telah melakukan penjemputan para yubilaris dengan penuh sukacita. Kemeriahan terlihat di sepanjang jalan menuju gereja, diiringi tarian adat dan nyanyian syukur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Malam harinya, acara syukuran berlangsung khidmat namun hangat, dihadiri ribuan umat dan tamu undangan dari berbagai kalangan.

Somar Awear si Pembuka Jalan…
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, mengungkapkan kekagumannya atas antusiasme umat Paroki Santo Yoseph.

“Saya lihat dari pagi sampai malam tadi, saya melihat umat paroki ini luar biasa. Dari penjemputan sampai malam ini, kemeriahan dan ungkapan syukur sangat nyata terjadi di Lorwembun,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh umat memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan kasih yang memungkinkan semua hadir dalam keadaan sehat hingga malam hari.

“Hari ini merupakan hari yang penuh sukacita secara khusus di tanah dan desa Lorwembun. Kita tersenyum bangga karena kita punya sang Yubilaris bersama dengan bapa uskup dan juga kita punya Pastor Kor Seralarat,” tambahnya.

Menurutnya, kesetiaan para imam dalam jubah suci selama 25 tahun merupakan bukti nyata dari panggilan yang telah Tuhan persiapkan jauh sebelumnya. Ia mengutip Kitab Yeremia Pasal 1 ayat 5. “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau. Dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

“Jauh sebelum Pastor Agoes, Pastor Kor, dan Bapa Uskup melangkah keluar melalui medan misi, Tuhan sudah memilih, menguduskan, dan mempersiapkan mereka menjadi gembala dan perantara berkat bagi banyak orang,” tegasnya.

Baca Juga :  Pertobatan Ekologis di Bumi Duan Lolat: LKLM, Pemuda Katolik, dan ISKA Tanimbar Tanam Harapan di Sumber Air Bomaki

Lirik Lama yang Membangkitkan Memori
Momen paling menarik terjadi ketika dr. Juliana mengenang sejarah panggilan imamat dari Lorwembun.

Ia menyebut bahwa banyak anak Lorwembun pada masa lalu masuk seminari, dan pastor kedua di Tanimbar adalah Pastor Sam Bomaris, putra Lorwembun. Ia kemudian melantunkan lirik lagu lama yang sempat membuatnya tersenyum.

“Somar Awear si pembuka jalan, disusul Sam Bomaris Lorwembun, dibarengi Anton Aratwembun, selanjutnya saya tidak tahu.”

Umat pun tersenyum dan bertepuk tangan mendengar lirik yang mengenang para pionir panggilan imamat dari tanah Lorwembun.

“Terlalu banyak, dan saya sangat percaya cikal bakal panggilan kepada semua anak Lorwembun berawal dari sana,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh umat untuk terus berdoa, berikhtiar, dan mendorong anak-anak mengikuti jejak baik para imam.

“Keputusan para Yubilaris kita, di perayaan perak di Desa Lorwembun ini punya makna natural dan rohani yang sangat dalam. Ini adalah sebuah momentum pulang rumah,” katanya.

Pulang Rumah dan Tantangan Duan Lolat
Dalam sambutannya, dr. Juliana sempat berdialog dengan Pastor Agoes Arbol, menanyakan apakah ia pernah bertugas di Tanimbar.

“Pastor Agoes pernah tugas di Tanimbar? Pastor di luar mengajarkan anak-anak menjadi pintar. Lorwembun, farmpeye? Mfyalak ber pastor man bali i nde,” ujarnya dalam bahasa daerah, yang disambut senyum dan tepuk tangan umat.

Ia menekankan bahwa selain pulang rumah, ada tantangan adat dan budaya yakni Duan Lolat, sebuah nilai luhur yang mengajarkan keharmonisan, saling menopang, dan menghargai sejarah.

“Pastor pulang untuk membawa berkat kembali kepada masyarakat Lorwembun, anak-anak Paroki Santo Yoseph, bukan hanya Lorwembun, Batjasi, Tamrian, Bukjalim, dan Kelaan. Ini tanah yang telah membentuk karakter iman bagi para imam-imam kita,” tegasnya.

Momen ini, lanjutnya, juga menjadi momentum hidup bagi seluruh generasi muda di Desa Lorwembun untuk berani mengambil jalan panggilan.

Baca Juga :  Danlanal Saumlaki dan Vikep KKT Duduk Semeja, Merajut Sinergi demi Tanimbar

Jaga Kesucian Panggilan
Wakil Bupati juga menyampaikan hormat dan apresiasi kepada orang tua para imam, keluarga, serta seluruh umat yang selama ini memberikan dukungan.

“Saya juga mengajak kepada umat sekalian, mari kita jaga kesucian panggilan para imam kita. Para pastor e, ka mpyan fengamone. Kita umat jaga bejana seperti yang dikatakan tadi oleh Pastor Agoes, agar bejana ini tidak mudah retak, sehingga kekudusan panggilan yang ada di dalamnya sungguh-sungguh menjadi sesuatu yang terpelihara, contoh yang baik untuk panggilan-panggilan selanjutnya,” pesannya.

Kepada Pastor Arbol, ia menyampaikan bahwa umat sangat membutuhkan tuntunan dan doa. “Kami melepas pastor kembali ke medan pelayanan. Juga kepada kita punya gembala Bapa Uskup dan Pastor Kor Seralarat dengan iringan doa seluruh umat Lorwembun dan Paroki St. Yoseph,” ujarnya.

Ia membekali langkah para pastor dengan janji iman dari Filipi 1:6. “Dia yang telah memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya, hari Kristus Yesus.”

“Semoga Tuhan yang Maha Kuasa menganugerahkan kesehatan yang prima dan kebahagiaan dalam panggilan hidup para pastor dan bapa uskup. Kami juga turut mendoakan sampai ulang tahun ke emas nanti. Amin,” ujarnya.

Turut hadir dalam syukuran 25 Tahun Imamat ini, Andreas Taborat (DPRD Provinsi), anggota Poli Wermbinan dan Remco Ganwarin (DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar), para pejabat struktural di lingkup Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Camat Kormomolin, kepala desa dan seluruh perangkat se-Kecamatan Kormomolin, Ketua Dewan Pastoral Paroki dan stasi beserta pengurus.

Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa sejarah panggilan imamat dari Lorwembun bukan sekadar kenangan, melainkan warisan hidup yang terus menyala dan menginspirasi generasi muda untuk berani melangkah mengikuti jejak para pendahulu.

Lirik lama “Somar Awear si pembuka jalan” pun kembali bergema, menghidupkan sejarah dan harapan baru bagi tanah Tanimbar.

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harta dalam Bejana Tanah Liat: Syukur 25 Tahun Imamat di Lorwembun
Dengar Keluh Warga Sabal, Yan Sairdekut Siapkan Speedboat dan 10 Titik Lampu Jalan
Uskup Ngutra Tiba di Tanimbar, Panitia Pastikan Seluruh Agenda Kunjungan Kanonik Berjalan Lancar
Eksekusi Tanah di Desa Lauran Sukses, PN Saumlaki dan Polres Diapresiasi
Rata dengan Tanah, Ketika Rumah Kos dan Harapan Ikut Tergusur
Usai Sebulan Digembleng di Bimbel, 70 Casis TNI AD Tanimbar Bertolak ke Ambon
PK dan ISKA Sepakat Bergandeng Tangan, Berkolaborasi Bersama Pemda Bangun Tanimbar Lebih Baik
Pertobatan Ekologis di Bumi Duan Lolat: LKLM, Pemuda Katolik, dan ISKA Tanimbar Tanam Harapan di Sumber Air Bomaki

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:19 WIT

Somar Awear hingga Sam Bomaris, Lirik Lama yang Hidupkan Sejarah Panggilan Imam

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:57 WIT

Dengar Keluh Warga Sabal, Yan Sairdekut Siapkan Speedboat dan 10 Titik Lampu Jalan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:13 WIT

Uskup Ngutra Tiba di Tanimbar, Panitia Pastikan Seluruh Agenda Kunjungan Kanonik Berjalan Lancar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:43 WIT

Eksekusi Tanah di Desa Lauran Sukses, PN Saumlaki dan Polres Diapresiasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:38 WIT

Rata dengan Tanah, Ketika Rumah Kos dan Harapan Ikut Tergusur

Berita Terbaru