Begini Pesan Walikota Untuk Saniri Negeri dan BPD

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GardaMaluku.com : AMBON, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan peran strategis Saniri Negeri dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat desa dan negeri.

Penegasan tersebut disampaikan usai kegiatan Pemberhentian dan Peresmian Pengangkatan Pengganti Antarwaktu (PAW) pada empat negeri dan dua desa di Kota Ambon, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, merupakan bagian dari mekanisme yang harus dijalankan sesuai ketentuan berlaku, termasuk mekanisme adat di masing-masing negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harapan kami, mereka yang baru dilantik benar-benar memahami tugas pokok dan fungsi, baik sebagai Saniri Negeri maupun BPD. Mereka harus membantu Raja dan kepala desa memastikan pembangunan, pelayanan publik, dan penyelenggaraan pemerintahan berjalan baik,” ujar Wattimena.

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus KONI Ambon 2025–2029 Momentum Kebangkitan Olahraga Daerah

Dengan lengkapnya struktur Saniri dan BPD di sejumlah wilayah, kinerja pemerintahan tingkat bawah diharapkan semakin maksimal.

Terkait negeri yang belum memiliki raja definitif, Wattimena menjelaskan proses pengisian sedang berjalan. Beberapa posisi kosong akibat pejabat sebelumnya meninggal dunia atau diberhentikan berdasarkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Untuk yang harus dieksekusi berdasarkan putusan PTUN, akan segera kami proses kembali. Saya perkirakan dalam waktu sekitar satu minggu sudah bisa diselesaikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Kasihan !! Upah Buruh Sampah Kota Ambon Dibawah UMK

Ia juga mengingatkan agar seluruh tahapan dan mekanisme, khususnya yang berkaitan dengan adat, dijalankan secara lengkap. Menurutnya, kelalaian prosedur dapat membuka peluang sengketa hukum di kemudian hari.

“Pemerintah Kota Ambon tidak akan mengintervensi mekanisme adat. Namun, kami berharap seluruh proses dapat segera rampung agar semua negeri di Ambon memiliki raja definitif dan roda pemerintahan dapat berjalan secara optimal,” tambahnya. (Oliv)

Berita Terkait

Implementasi Smart City Capai 3,6 ℅, Ambon “go” Bertransformasi Digital
Rencana Pengukuran Tanah di Passo Mendapat Perlawanan 
Wali Kota Soroti Akurasi Data Kemiskinan dan Digitalisasi Bansos Dinsos
Rahakbauw Ancam Pimpinan Kecamatan Golkar Kota Ambon, Alihkan Dukungan Kepada Toisuta
Dorong Kebijakan Afirmatif, Lekransy Usulkan Dana Khusus untuk Daerah Kepulauan
Urbanisasi Tinggi, Ambon Perlu Kebijakan Publik Berbasis Data dan Pengembangan Smart CityRail
Mengenal Lebih Dekat 3 Kandidat Calon Sekot Ambon 
Guru Ambon Didorong Kuasai AI, Wali Kota: Kunci Tingkatkan Mutu Pendidikan

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:18 WIT

Implementasi Smart City Capai 3,6 ℅, Ambon “go” Bertransformasi Digital

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:29 WIT

Rencana Pengukuran Tanah di Passo Mendapat Perlawanan 

Senin, 22 Juni 2026 - 16:57 WIT

Wali Kota Soroti Akurasi Data Kemiskinan dan Digitalisasi Bansos Dinsos

Senin, 22 Juni 2026 - 14:19 WIT

Rahakbauw Ancam Pimpinan Kecamatan Golkar Kota Ambon, Alihkan Dukungan Kepada Toisuta

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:59 WIT

Dorong Kebijakan Afirmatif, Lekransy Usulkan Dana Khusus untuk Daerah Kepulauan

Berita Terbaru