GardaMaluku.com, Ambon– Badan Pelatihan dan penyuluhan Perikanan Kota Ambon menggandeng Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Waiheru Ambon diperkirakan akan menjadi pusat Sertifikasi Bahasa Jepang.
Hal ini disampaikan Kepala BPPP, Abubakar dalam sambutannya di Ambon, Jumat (21/08/2026).
Disampaikan Abubakar , melalui kebijakan Kepala Balai dan akan dimulai pada tahun ini sampai 3 (tiga) tahun ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Serta akan menjadi fokus Japan International Cooperation Agency atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Badan Kerja Sama Internasional Jepang.
Yang artinya, lanjut Abubakar, JICA dari Jepan akan fokus menyiapkan Sarana dan Prasarana (Sarpras) dan Sumber Daya Manusia (SDM) pelatihan/Guru di BPPP Ambon bersama SUPM Waiheru.
“Ruangan Expert JICA sudah ada di BPPP Ambon saat ini dan ada dua Instruktur dan 2 guru yang sementara mengikuti Training Of Trainers (TOT) bahasa Jepan dari Juli-November,” cetusnya.
Dengan demikian pihaknya sangat berterima kasih kepada seluruh stake holder yang bekerjasama dalam pengembalian ide baru dalam bidang pendidikan terutama pada sektor perikanan.
“Dengan demikian siswa boleh berbahasa Jepan, agar nantinya dibutuhkan kerja di Jepan mereka sudah fasih dalam berbahasa,” ujar Ababubakar.
Dirinya mengatakan, bukan hanya di Jepan, ada beberapa negara seperti Taiwan juga yang sudah memberikan signal yang baik.
Maka dari pada itu, lanjutnya, dibutuhkan tenaga kerja yang baik karena nantinya banyak yang akan diminta dan negara-negara tersebut juga tidak keberatan.
“Perlu kami sampaikan bahwa sudah ada 15 siswa tingkat tiga SUMP Waiheru yang akan menjadi pengguna perdana dari Fishing Navigation (Bridge) dan Engine Simulator,” pungkasnya.
Pihaknya berharap agar semua program yang baru diluncurkan dapat berjalan dengan baik dan sukses kedepannya sehingga menghasilkan generasi yang baik baik tentunya dalam sektor perikanan.***


















