Digodok Lakukan Pemberdayaan di Eri dan Hative Besar, MSIB Hadir Sebagai Tim Eksis Magang Perhutanan Sosial di Maluku

- Redaksi

Sabtu, 28 September 2024 - 18:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, GardaMaluku.com– KEPALA Dinas Kehutanan Provinsi Maluku melalui Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hutan, Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Adat, Nanang Syarifudin menyatakan, Mahasiswa Magang dan Studi Independen Bersertifkat (MSIB) hadir sebagai Teman PS (Tim Eksis Magang Perhutanan Sosial) di provinsi Maluku.

Hal itu disampaikan dalam agenda penyambutan 20 Mahasiswa Magang MSIB di ruang rapat Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan wilayah Maluku Papua, Sabtu (28/09).

Dikatakan, 20 Mahasiswa dari berbagai Kampus itu akan menjalankan program Magang di dua negeri di Maluku, yakni negeri Eri dan Hative Besar kota Ambon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran mereka kata Syarifudin, merupakan kolaborasi akbar, Program Kementerian yang nantinya diharapkan sebagai pendukung, pengajar, penggerak di setiap Kelompok Perhutanan Sosial di tempatnya (desa/negeri) masing – masing.

“Kerjasama lintas kementerian itu dalam program Magang dan Studi Independen Bersertifkat (MSIB) bertajuk Jalan Mapan (Jelajah Hutan Masa Depan),” ungkapnya.

Sebelumnya, Syarifudin menyampaikan ucapan sambutan selamat datang kepada para mahasiswa magang tersebut.

“Ade-ade Mahasiswa harus tahu, Maluku ini nama lainnya Negeri Raja Raja. Karena penyebutan desa disini dengan kata Negeri. Setiap negeri memilik Raja. Sehingga disebut negeri raja raja,” papar Syarifudin membuka prakata mewakili Kepala dinas.

Baca Juga :  Pemerhati Soroti Kinerja Pansus LKPJ Gubernur Maluku, Tekankan Pendidikan, Kesehatan, dan Potensi Kelautan

Sebagai tuan rumah, pihaknya menyediakan lokasi – lokasi tepat sasaran salah satunya Provinsi Maluku dengan menetapkan 2 lokasi perhutanan sosial di Kota Ambon yaitu Negeri Hative Besar dan Negeri Erie.

“Tiga Hal yang perlu diperhatikan, yaitu bagaimana Pengembangan Kelembagaan Masyarakatnya, Pengelolaan Kawasan dan Pengembangan Usahanya. Sehingga mahasiswa perlu jeli melihat potensi yang ada,” tegasnya.

Dirinya mengingatkan, Mahasiswa MSIB harus berbeda dengan Mahasiswa lainnya karena diberikan kesempatan sebagai penggerak profesional ke Masyarakat.

“Untuk itu kami harapkan Solusi, inovasi dan inspirasi mahasiswa dalam meningkatkan daya Masyarakat dan desa untuk nantinya diterapkan di seluruh Desa/negeri di seantero Maluku,” pungkas dia.

Sementara Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Wilayah Maluku Papua, Ojom Somantri tegas memaparkan, Program MSIB merupakan Kolaborasi Program Kementerian Riset, Pendidikan dan Teknologi (Kemenristekdikti) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) melalui Pemberdayaan Mahasiswa dalam bentuk pengabdian ke wilayah kerja Perhutanan Sosial.

“Program ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa mengenai pengelolaan hutan yang berkelanjutan serta peran penting perhutanan sosial,” akui Somantri.

Baca Juga :  Ketua DPRD Akui Kuota CPNS Kabupaten SBB Tergantung Lobi Penjabat Bupati SBB

Somantri menyatakan program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terkait pentingnya pelestarian hutan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam mendukung pemberdayaan masyarakat lokal melalui kegiatan magang.

Kepada 20 Mahasiswa MSIB yang akan ditempatkan di Dua Negeri (Desa), dirinya berpesan untuk mengedepankan sopan santun, menunjukan sikap bijak seorang Mahasiswa dengan menghargai budaya lokal Orang Maluku.

Dirinya merincikan, 20 Mahasiswa itu berasal dari sejumlah kenamaan, yakni, Universitas Hasanudin Makasar, Universitas Gaja Mada Yogyakarta, Universitas Tadulako Palu, Universitas Muhammadiyah Malang dan Institut Pertanian Yogyakarta.

“Ciptakan pula invoasi dalam rangka pemberdayaan. Seperti memberikan ruang dan membuka jalan menuju pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Mempromosikan komoditi warga setempat melalui media sosial dan lainnya,” pinta Somantri.

Dia berharap, peserta MSIB terus eksis memberikan yang terbaik kepada warga desa/negri selama proses magang. Karena penilaian terus dilakukan oleh pendamping.

“Teman teman tiba di Ambon, Maluku dengan sehat, kami harap pulang, pulang juga nantu dengan sehat,” kunci Somantri.***

Berita Terkait

Komando HAM Maluku Bantah Isu Bupati SBB Kerap ke Jakarta Tanpa Kepentingan Daerah
Walang Aspirasi Rakyat Maluku Apresiasi Inisiatif Pengelolaan Kayu Putih di Taniwel Timur
Menuju Administrasi Modern, Dukcapil SBB Hadirkan Layanan Akta Berbarcode
Musdes Desa Piru Tetapkan Arah Pembangunan 2027, Warga Terlibat Susun Program Prioritas
IWAPI MBD Soroti Biaya Transportasi Tinggi: Minta Pemprov Perkuat UMKM Kepulauan
RAKERDA II IWAPI MALUKU: Perkuat Perempuan Pengusaha, Dorong Ekonomi Daerah
16 Besar Masawoy Cup 2026 Dimulai, Manipa Bersiap Semarakkan Kemerdekaan Lewat Sepak Bola
Polisi Mengajar di SDH Ambon, Ditresnarkoba Polda Maluku Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIT

Komando HAM Maluku Bantah Isu Bupati SBB Kerap ke Jakarta Tanpa Kepentingan Daerah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:07 WIT

Walang Aspirasi Rakyat Maluku Apresiasi Inisiatif Pengelolaan Kayu Putih di Taniwel Timur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:11 WIT

Menuju Administrasi Modern, Dukcapil SBB Hadirkan Layanan Akta Berbarcode

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:08 WIT

Musdes Desa Piru Tetapkan Arah Pembangunan 2027, Warga Terlibat Susun Program Prioritas

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:18 WIT

IWAPI MBD Soroti Biaya Transportasi Tinggi: Minta Pemprov Perkuat UMKM Kepulauan

Berita Terbaru