GardaMaluku.com : SAUMLAKI,- Gelombang keresahan di Bumi Duan Lolat mencapai titik didih. Kebijakan rekrutmen Inpex Masela, Ltd. yang dinilai menutup mata terhadap potensi anak muda Kepulauan Tanimbar memicu kemarahan kolektif. Puncaknya, berbagai elemen pemuda kini menyerukan aksi boikot total terhadap prosesi groundbreaking proyek LNG Abadi Blok Masela.
Kemarahan ini bukan tanpa alasan. Sejak proyek strategis nasional ini dicanangkan, harapan besar digantungkan pada pundak generasi muda lokal. Namun, realitanya justru berbanding terbalik. Inpex dinilai lebih memilih mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah ketimbang melakukan pemberdayaan dan penyerapan SDM lokal secara serius.
“Kami punya sarjana, kami punya tenaga teknis, dan kami punya kemauan. Tapi kalau pintu Inpex tertutup rapat untuk anak daerah, wajar kalau hari ini anak muda Tanimbar marah! Kami bukan sekadar pelengkap penderita di tanah sendiri,” ujar Siprianus Buarlely Sekretaris Jendral PMKRI Cabang Ambon ,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Buarlely mendukung aksi pemuda di Saumlaki, bahkan dirinya menyarankan untuk aksi tersebut bukan hanya berlangsung di Saumlaki tapi harus serempak di Ibukota Provinsi Maluku dan jga di Ibu Kota Negara, Jakarta.
hal Ini perlu dilakukan, sambungnya agar benar- benar menjadi sorotan serius Pemerintah Pusat dan INPEX.
Dia katakan, wajar jika anak muda Tanimbar marah, kekecewaan ini dianggap sebagai reaksi logis atas ketidakadilan yang dirasakan.
Proyek raksasa bernilai ratusan triliun rupiah ada di depan mata, namun akses lapangan kerja bagi putra-putri daerah masih terasa sangat diskriminatif.
Minimnya transparansi mengenai skema rekrutmen dan pelatihan bagi tenaga kerja lokal membuat publik Tanimbar merasa dikhianati oleh janji-janji kesejahteraan yang selama ini didengungkan.
Sekjen PMKRI Cabang Ambon Ini berharap seruan Boikot Groundbreaking yang dilakukan KNPI, LSM ALTAR dan FCBT Harus digaungkan Slsecara nyata, sebagai bentuk kesadaran mral anak muda Tanimbar untuk berjuang bersama.
Hingga berita ini diturunkan, tensi di Saumlaki terus meningkat dan dukungan aksi makin mengalir. (Alex.B/**)


















