Narasi Premanisme Mardika dan Politik Murahan, Pelu: Kritik Disusupi Kepentingan

- Redaksi

Selasa, 22 Juli 2025 - 23:00 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Ambon, GardaMaluku.com– Angin panas politik kembali berembus dari Pasar Mardika. Di tengah upaya penataan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku, tuduhan miring menyeruak: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dituding memelihara preman.

Namun suara bernada edukatif untuk meredam datang dari tokoh Jazirah Leihitu, Rauf Pellu, yang menilai narasi tersebut sebagai provokasi murahan yang sarat kepentingan politis dan jauh dari fakta di lapangan.

“Ini bukan sekadar kritik, ini manuver politik yang disusupi kepentingan pribadi. Opini liar seperti ini sangat berbahaya karena dapat menggoyahkan stabilitas pemerintahan yang sedang berproses secara positif,” tegas Pellu, Selasa (22/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut bahwa tudingan terhadap Disperindag merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mendiskreditkan pemerintahan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath, yang selama ini dinilai konsisten melakukan pembenahan.

Pellu mengindikasikan, narasi negatif ini digerakkan oleh oknum legislator yang tidak mampu memisahkan antara tanggung jawab publik dan luapan emosi pribadi.

Baca Juga :  DPRD Soroti Realisasi Program Pemkot Ambon Dibawah 30 ℅

“Saya mencium ada aktor politik di balik narasi ini. Sayangnya, bukan memperjuangkan rakyat, justru memperalat keresahan untuk tujuan pribadi,” ungkap akademisi Hukum Universitas Darusalam itu.

Di tengah riuh kritik, Pellu justru memberikan apresiasi terhadap kinerja Kepala Dinas Perindag, Dr. Achmad Jais Ely, yang menurutnya berhasil menjalankan langkah-langkah strategis dalam penataan kawasan vital seperti Pasar Mardika.

> “Kita harus jujur mengakui, di tangan Jais Ely, Disperindag mulai terorganisir. Ada pembenahan sistematis, ada pendekatan pelayanan yang jelas. Ini fakta, bukan retorika,” katanya.

Menurut Pellu, membangun dan menata kawasan pasar tidak hanya soal administrasi dan infrastruktur, tetapi juga soal kolaborasi lintas sektor, dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat.

“Kalau ingin perubahan, maka kita semua harus kolaboratif. Kritik boleh, tapi jangan dibungkus dengan niat menjatuhkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kepala BPJN Maluku Dukung Program Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Ia juga menegaskan, jika memang ditemukan oknum tertentu yang melakukan pelanggaran hukum di lapangan, maka penyelesaian hukum harus ditempuh secara individual, bukan dengan menyudutkan institusi.

“Kalau ada preman atau oknum liar, laporkan saja ke pihak berwenang. Jangan dijadikan alasan untuk membangun opini seolah-olah institusi memelihara kriminalitas. Itu sangat tidak adil dan tidak sehat untuk demokrasi,” tandasnya.

Menutup pernyataannya, Pellu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga momentum perubahan di Maluku dan tidak terjebak dalam narasi yang menyesatkan.

“Kita di Maluku ini butuh energi positif untuk membenahi daerah. Jangan sampai langkah maju yang sudah diletakkan Hendrik–Vanath digagalkan oleh kepentingan segelintir orang. Mari kita jaga momentum perubahan ini dengan akal sehat dan itikad baik,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath
Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah
Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health
Kota Ambon Raih Terbaik I TPAKD Award 2026
Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran
Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon
RDP di Dinas PU Terkait Penuntasan Pekerjaan Fisik 2026, Komisi III : Tidak Boleh Ada Hutang Di Tahun Sebelumnya
Antusias Masyarakat Padati Pangan Murah Pemkot Ambon

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIT

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:33 WIT

Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:23 WIT

Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:01 WIT

Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:27 WIT

Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon

Berita Terbaru