PWPM Maluku Tantang OPD Lebih Transparan, Misi Pembangunan Lawamena Dinilai Belum Bergerak Serentak

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:27 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaluku.com, Ambon; Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Pemuda Muhammadiyah Maluku, Farham Suneth, menantang seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku agar lebih transparan menyampaikan kinerja, program, dan progres pembangunan kepada masyarakat, Selasa (19/05).

Menurut Suneth, sejauh ini semangat pembangunan daerah melalui visi Sapta Cita Lawamena belum terlihat bergerak secara serentak di seluruh OPD. Publik, kata dia, justru lebih banyak melihat kerja gubernur dibanding kontribusi nyata dari puluhan dinas lainnya.

“Publik melihat gubernur terus bekerja dan bergerak. Tetapi di sisi lain, masyarakat juga bertanya, OPD-OPD ini kerja apa saja? Karena sebagian besar nyaris tidak terlihat progres maupun publikasi kerjanya,” kata Suneth, Selasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai keterbukaan informasi publik harus menjadi bagian penting dalam budaya birokrasi modern. Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui program, capaian, dan pelayanan yang sedang dijalankan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Pj Kades Waeperang Pecat Massal Perangkat Desa, Diduga Aksi Balas Dendam Politik

“Jangan sampai misi pembangunan daerah terkesan hanya bergerak dari pucuk pemerintahan saja. Semua OPD harus ikut aktif, bergerak bersama, dan menunjukkan kerja nyata kepada masyarakat,” tegasnya.

Suneth juga menyoroti masih adanya pola birokrasi yang lebih fokus menjaga posisi dan kenyamanan jabatan dibanding menghadirkan inovasi pelayanan publik.

“Jabatan publik itu harus dipertanggungjawabkan melalui karya nyata, bukan sekadar aman secara posisi. Kalau rakyat tidak tahu apa yang dikerjakan OPD, berarti ada problem dalam komunikasi publik pemerintah,” ujarnya.

Ia meminta Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, melakukan evaluasi terhadap OPD yang dinilai pasif dan tidak memiliki keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, ketimpangan semangat kerja antar-OPD dapat berdampak pada lambatnya konsolidasi pembangunan daerah karena tidak semua dinas bergerak dengan ritme yang sama.

Baca Juga :  Perum Bulog Maluku - Malut Salurkan Bantuan Pangan Kota Ambon 

Dalam kesempatan itu, Suneth turut memberikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku yang dinilai tetap menghadirkan inovasi pelayanan di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Ia mengatakan, inovasi yang dilakukan memang sederhana, tetapi memiliki dampak langsung bagi masyarakat karena menyentuh kebutuhan publik sehari-hari.

“Di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas, masih ada OPD yang mampu menghadirkan inovasi dan aktif menyampaikan informasi pelayanan kepada masyarakat. Hal seperti ini harus menjadi contoh bagi OPD lainnya,” katanya.

Menurut Suneth, keterbukaan kepada media bukan sesuatu yang perlu dihindari oleh birokrasi. Sebaliknya, media massa merupakan sarana penting untuk menjembatani pemerintah dengan masyarakat.

“Publik harus tahu pemerintah bekerja apa, progresnya sampai di mana, dan manfaatnya apa bagi rakyat. Jangan alergi terhadap media. Keterbukaan adalah bagian dari pelayanan publik,” tandasnya.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath
Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah
Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health
Kota Ambon Raih Terbaik I TPAKD Award 2026
Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran
Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon
RDP di Dinas PU Terkait Penuntasan Pekerjaan Fisik 2026, Komisi III : Tidak Boleh Ada Hutang Di Tahun Sebelumnya
Antusias Masyarakat Padati Pangan Murah Pemkot Ambon

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIT

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:33 WIT

Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:23 WIT

Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:01 WIT

Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:27 WIT

Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon

Berita Terbaru