Seminar Nasional di IAKN Ambon Soroti Peran Komunikasi Hadapi Disrupsi Sosio-Ekologis

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 12:12 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaluku.com, Ambon; Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggelar Seminar Nasional bertema “Urgensi Kajian Komunikasi di Tengah Disrupsi Sosio-Ekologis”, Senin (28/9/2026).

Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, M.Si., mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tradisi akademik sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam membaca berbagai perubahan yang berlangsung di tengah masyarakat.

Anakotta mengatakan, perkembangan sosial, teknologi, dan persoalan ekologis dewasa ini berlangsung secara bersamaan dan saling memengaruhi. Kondisi tersebut membutuhkan respons akademik yang tidak hanya melihat persoalan dari satu disiplin ilmu, tetapi mampu membangun perspektif yang lebih luas dan kontekstual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, komunikasi memiliki posisi strategis karena menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembentukan pemahaman publik terhadap berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

“IAKN Ambon terus mendorong agar kegiatan akademik tidak berhenti pada ruang-ruang teoritis, tetapi juga mampu membaca realitas dan memberikan kontribusi pemikiran bagi masyarakat,” kata Anakotta.

Ia menilai seminar nasional yang digagas FISK menjadi momentum penting untuk mempertemukan gagasan, hasil penelitian, pengalaman praktis, serta berbagai perspektif dalam memahami perubahan sosial dan ekologis.

“Di tengah perubahan yang begitu cepat, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pengetahuan yang relevan, kritis, dan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Anakotta berharap forum tersebut tidak hanya memperkuat budaya ilmiah di lingkungan kampus, tetapi juga membuka ruang kolaborasi lebih luas antara akademisi, pemerintah, praktisi, media, komunitas, dan masyarakat.

Dekan FISK IAKN Ambon, Dr. Sipora B. Warella, M.Pd.K., mengatakan seminar nasional tersebut merupakan bagian dari ikhtiar fakultas memperkuat relevansi kajian ilmu sosial keagamaan dengan berbagai persoalan aktual yang berkembang di masyarakat.

Warella menjelaskan, perubahan sosial dan ekologis tidak dapat dipisahkan dari cara manusia berkomunikasi, membangun relasi, memproduksi pengetahuan, serta mengambil keputusan.

Baca Juga :  Diduga Oknum Guru SMK N 6 Ambon Pelecehan Seksual Kepada Siswi

Karena itu, kajian komunikasi perlu terus dikembangkan agar mampu memahami perubahan tersebut secara kritis sekaligus membuka ruang bagi lahirnya pendekatan-pendekatan baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“FISK memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan kajian ilmu sosial keagamaan yang kontekstual. Komunikasi menjadi salah satu ruang penting untuk memahami bagaimana masyarakat menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi, sekaligus persoalan ekologis,” jelas Warella.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat. Informasi dapat diproduksi dan disebarkan dalam waktu singkat, tetapi pada saat yang sama menghadirkan tantangan berupa misinformasi, disinformasi, polarisasi, serta rendahnya literasi masyarakat dalam memahami isu sosial dan lingkungan.

Kondisi tersebut, kata Warella, membutuhkan perhatian akademik agar perkembangan komunikasi tidak hanya dipandang dari aspek teknologi, tetapi juga dikaji dari dimensi manusia, budaya, agama, sosial, dan lingkungan.

“Seminar ini diharapkan menjadi ruang bertemunya berbagai perspektif sehingga mahasiswa dan civitas akademika dapat melihat persoalan komunikasi secara lebih luas dan tidak terlepas dari konteks kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Warella berharap gagasan yang lahir dari seminar tersebut dapat dikembangkan melalui penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat maupun kerja sama lintas sektor.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional, Muis Pikahulan, menjelaskan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh perubahan sosial dan ekologis yang berlangsung semakin cepat serta memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial, budaya, ekonomi, politik hingga lingkungan.

Pikahulan mengatakan, perubahan iklim, kerusakan ekosistem, pencemaran lingkungan, bencana ekologis, urbanisasi, hingga perkembangan teknologi digital menunjukkan bahwa persoalan sosial dan lingkungan merupakan isu yang saling berkaitan dan membutuhkan pendekatan komprehensif.

“Komunikasi memiliki posisi strategis dalam situasi tersebut. Komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga membentuk pengetahuan, persepsi, sikap, dan tindakan masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial maupun lingkungan,” jelas Pikahulan.

Baca Juga :  POLAM Maluku Dukung Kepemimpinan Ikram–Sudarmo untuk Masa Depan Bupolo

Ia menambahkan, cara masyarakat memahami krisis ekologis turut dipengaruhi oleh bagaimana isu tersebut dikomunikasikan melalui keluarga, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, media massa, media sosial, pemerintah, komunitas, serta berbagai aktor sosial lainnya.

Perkembangan teknologi digital, lanjut Pikahulan, turut memperkuat kompleksitas persoalan tersebut. Di satu sisi, informasi terkait lingkungan dapat tersebar dengan cepat dan menjangkau masyarakat luas. Namun di sisi lain, muncul tantangan berupa misinformasi, disinformasi, polarisasi, manipulasi informasi hingga rendahnya literasi ekologis.

“Kondisi ini menuntut lahirnya kajian komunikasi yang mampu membaca hubungan antara teknologi, manusia, lingkungan, budaya, dan struktur sosial secara lebih kritis,” ujarnya.

Menurut Pikahulan, sejumlah tantangan seperti kesenjangan akses informasi, perbedaan persepsi terhadap risiko lingkungan hingga hambatan komunikasi lintas sektor dalam penanganan perubahan iklim masih membutuhkan pengembangan kajian yang lebih kontekstual.

Karena itu, seminar nasional tersebut diharapkan menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan untuk mempertegas arah pengembangan kajian komunikasi yang lebih responsif terhadap realitas disrupsi sosio-ekologis.

Pikahulan menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab akademik untuk menghasilkan kajian yang tidak hanya mampu menjelaskan berbagai persoalan sosial dan lingkungan, tetapi juga menawarkan alternatif solusi yang relevan bagi masyarakat.

Melalui seminar tersebut, FISK IAKN Ambon mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah, praktisi, media, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun pemahaman bersama mengenai strategi komunikasi yang relevan dalam menghadapi perubahan sosial dan ekologis.

“Harapan kami, seminar ini dapat menjadi ruang akademik yang produktif untuk melahirkan gagasan, rekomendasi, dan kolaborasi yang memperkuat kontribusi ilmu komunikasi dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan yang terus berkembang,” tutup Pikahulan.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kembali Pemkot Ambon Razia Gepeng
Musda Pemuda Muhammadiyah Ambon: Lukman Rumbori Dorong Lahirnya Pemuda Negarawan
Pulau Geser Krisis Air Bersih, Koramil Angkut Pasokan dengan Longboat
Hadapi Karhutla Kota Ambon, Rani Ayu Ajak Masyarakat jaga Kesehatan, Pakai Masker
Kapolri Tunjuk Irjen Suwondo Nainggolan sebagai Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto ke Polda Metro Jaya
Rampung Uji Publik, Pansus III DPRD Ambon Perkuat Ranperda Ketahanan Pangan. HPF : Dukungan Anggaran Perlu Ada
Jumat Berkah Masif Tereksekusi, Danrem Raffles Pantau Renovasi Masjid An-Nur Transit Passo
Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, Danrem Raffles Tekankan Profesionalisme Prajurit Korem 151/Binaiya

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:45 WIT

Kembali Pemkot Ambon Razia Gepeng

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:51 WIT

Musda Pemuda Muhammadiyah Ambon: Lukman Rumbori Dorong Lahirnya Pemuda Negarawan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:59 WIT

Pulau Geser Krisis Air Bersih, Koramil Angkut Pasokan dengan Longboat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:20 WIT

Hadapi Karhutla Kota Ambon, Rani Ayu Ajak Masyarakat jaga Kesehatan, Pakai Masker

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:17 WIT

Rampung Uji Publik, Pansus III DPRD Ambon Perkuat Ranperda Ketahanan Pangan. HPF : Dukungan Anggaran Perlu Ada

Berita Terbaru

AMBON

Kembali Pemkot Ambon Razia Gepeng

Senin, 5 Okt 2026 - 20:45 WIT

Nasional

Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati-Pamen, 19 Kapolda Berganti

Sabtu, 3 Okt 2026 - 15:18 WIT