Usut Dugaan Penipuan ASN di Ambon, Walikota Perintahkan Inspektorat Bergerak

- Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:17 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Ambon,GardaMaluku.com : menyikapi dugaan praktik penipuan yang mengatasnamakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bocor di publik, Walikota Ambon minta Inspektorat Kota Ambon bergerak usut tuntas pelaku.

Hal ini disampaikan Walikota Ambon, Bodewin Wattimena dalam konferensi pers yang dilakukan di balai kota, Jumat (16/10/2026).

Walikota menginginkan inspektorat segera melakukan audit investigatif guna mengungkap kronologi kejadian, agar mengetahui pihak-pihak yang ikut terlibat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, langkah tersebut merupakan respons Pemerintah Kota Ambon terhadap informasi mengenai dugaan praktik yang dilakukan di luar mekanisme resmi kepegawaian.

Baca Juga :  Apresiasi Kedatangan Kapolda Baru, Djamaludin Koedoeboen Minta Usut Tuntas Kasus Mangkrak di Maluku

Bodewin menegaskan, praktik tersebut bukan bagian dari kebijakan maupun rekomendasi resmi pemerintah.

“Setiap urusan kepegawaian harus berjalan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku. Karena itu, dugaan penyimpangan tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh agar fakta kejadian dapat terungkap dan pihak yang bertanggung jawab bisa dimintai pertanggungjawaban,” jelasnya.

Pemkot Ambon telah menginstruksikan Inspektorat untuk segera melakukan pemeriksaan investigatif.

“Seluruh satuan kerja juga harus diminta menginventarisasi ASN yang diduga terdampak agar pemerintah memperoleh data yang akurat,” terangnya.

Baca Juga :  Putuhena Dinilai Layak Pimpin Kemenag Seram Bagian Barat

Bukan hanya berlaku kepada Inspektorat Kota Ambon, tetapi kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala sekolah, kepala puskesmas, serta jajaran terkait.

Bodewin mengatakan, jumlah ASN yang diduga menjadi korban belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan.

“Oleh sebab itu, audit investigatif diperlukan untuk mengungkap kronologi kejadian, modus yang digunakan, serta pihak-pihak yang diduga terlibat,” tutupnya.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum dan Sekretaris Majelis Latupati Maluku Sudah Ditetapkan Dalam Mubes IV
Uluputty : Majelis Latupati Harus Perkuat Peran Menjaga Persatuan
Dari Hasil Tambang ke Ruang Pendidikan, Begini Perubahan Ekonomi Warga Buano
GAP Maluku Demo Tangkap Ali Hatala Terkait Pemalsuan Dokumen dan Dana KUR 3,7M Pemerintah Bt.Merah
Apresiasi Kedatangan Kapolda Baru, Djamaludin Koedoeboen Minta Usut Tuntas Kasus Mangkrak di Maluku
Bantu Warga Terdampak Karhutla, Koramil Bula Distribusikan Masker dan Air Bersih
Peduli Dampak Kabut Asap, Protokol Pemkot Ambon Bagikan 5.000 Masker
Peduli Kesehatan Warga di Tengah Kepungan Asap, Atmiko Jaya Nusantara dan BMH Maluku Bagikan 1.000 Masker di Ambon

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:53 WIT

Ketum dan Sekretaris Majelis Latupati Maluku Sudah Ditetapkan Dalam Mubes IV

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:17 WIT

Usut Dugaan Penipuan ASN di Ambon, Walikota Perintahkan Inspektorat Bergerak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:29 WIT

Uluputty : Majelis Latupati Harus Perkuat Peran Menjaga Persatuan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:19 WIT

Dari Hasil Tambang ke Ruang Pendidikan, Begini Perubahan Ekonomi Warga Buano

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:07 WIT

GAP Maluku Demo Tangkap Ali Hatala Terkait Pemalsuan Dokumen dan Dana KUR 3,7M Pemerintah Bt.Merah

Berita Terbaru