Dialog Publik dan Rembuk Rasa PWPM Maluku, Stabilitas dan Ekonomi Maluku Butuh Kolaborasi Semua Pihak

- Redaksi

Sabtu, 19 April 2025 - 21:39 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Dialog Publik dan Rembuk

i

Dialog Publik dan Rembuk

Ambon, GardaMaluku.com– Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku menyelenggarakan Dialog Publik dan Rembuk bertajuk “Intelejen Lumpuh – Ekonomi Tersendat: Fenomena Konflik Komunal Awal Pemerintahan Maluku”, Sabtu (19/04/2025) Media Kafe Ambon, Graha Ambon Ekspres.

Kegiatan diisi dengan deklarasi Rembuk Rasa Orang Saudara, sebagai ajakan kolektif menjaga perdamaian dan merawat ruang sosial Maluku.

Diskusi publik ini menghadirkan sejumlah narasumber strategis dari berbagai sektor, Antaranya Kepala BIN Daerah Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau Lease, akademisi FISIP Universitas Pattimura, Poli Kortelu, serta Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Pertahanan dan Keamanan Nasional periode 2018–2023, Sam Yasir Alkatiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu keamanan dan ekonomi menjadi dua topik utama secara kritis dan reflektif

Pada  pemaparan  Sam Yasir Alkatiri saat Dialog Publik dan Rembuk menekankan bahwa keamanan bukan hanya aspek teknis yang menjadi domain aparat, tetapi merupakan prasyarat fundamental bagi berlangsungnya kehidupan ekonomi dan pembangunan yang inklusif.

Baca Juga :  Logo Musda HIPMI Maluku XII, Simbol Identitas, Ketangguhan, dan Warisan Budaya

“Stabilitas adalah fondasi utama. Tanpa rasa aman, perdagangan akan melambat, logistik terganggu, dan ruang ekonomi masyarakat kehilangan daya dorongnya,” ujarnya.

Alkatiri juga menyoroti pentingnya peran intelijen sebagai sistem deteksi dini negara dalam menghadapi dinamika sosial. Menurutnya, intelijen tidak boleh bersikap reaktif, melainkan harus tampil proaktif dengan melakukan pemetaan sosial dan identifikasi kerawanan.

“Intelijen serta aparat keamanan adalah instrumen negara yang seharusnya menjadi radar awal terhadap potensi krisis. Bukan sekadar merespons konflik yang sudah meledak, tetapi mengantisipasinya sebelum membesar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Alkatiri mengajak seluruh elemen—pemerintah daerah, aparat keamanan, akademisi, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat sipil—untuk bersatu menjaga ruang sosial Maluku dari polarisasi dan konflik horisontal.

Baca Juga :  Gubernur Maluku Temui Menteri KKP, Dorong Penguatan Ekonomi Maritim dan Budidaya Rumput Laut 10.000 Hektar

Ia menegaskan, bahwa dukungan terhadap agenda strategis pembangunan harus  oleh bertanggungjawab kolektif terhadap tanah dan masyarakat Maluku.

“Kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur H. Abdullah Vanath, Maluku memiliki momentum besar untuk bangkit. Tapi pembangunan hanya mungkin terjadi jika kita menjaga stabilitas bersama, dan merawat kepercayaan publik,” ungkapnya.

Menutup penyampaiannya, Alkatiri berharap forum seperti ini terus menjadi ruang pemersatu gagasan, bukan sekadar untuk mengkritik. Tetapi untuk mencari solusi bersama demi masa depan Maluku yang damai dan sejahtera.

“Ini bukan tentang siapa yang salah, tapi bagaimana kita saling menjaga. Maluku adalah rumah bersama, dan kedamaian harus kita bangun sebagai tanggung jawab moral bersama,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath
Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah
Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health
Kota Ambon Raih Terbaik I TPAKD Award 2026
Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran
Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon
RDP di Dinas PU Terkait Penuntasan Pekerjaan Fisik 2026, Komisi III : Tidak Boleh Ada Hutang Di Tahun Sebelumnya
Berdiri Dua Jam di Hercules ke Meja Komitmen, Bupati SBT Kejar Tuntaskan RDTR

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIT

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:33 WIT

Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:23 WIT

Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:01 WIT

Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:27 WIT

Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon

Berita Terbaru