Matinya Nalar Pimpinan DPRD SBB dan Aleg Maluku Dapil Saka Mese Nusa

- Redaksi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:52 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini: Muhamad Fahrul Kaisuku – Ketua DPD KNPI Kabupaten Seram Bagian Barat

AMBON — Ruang demokrasi selalu hidup dari keberanian berdialog. Di situlah ide, kritik, dan harapan masyarakat bertemu dengan tanggung jawab para pemimpin yang diberi mandat oleh rakyat. Namun, apa yang terjadi dalam forum dialog publik bertajuk “MIP SBB Failed” yang digelar DPD KNPI Seram Bagian Barat di Ambon justru menunjukkan gejala sebaliknya: matinya nalar representasi dari sebagian wakil rakyat yang seharusnya berada di garis depan memperjuangkan kepentingan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dialog tersebut digagas oleh kalangan pemuda Saka Mese Nusa sebagai respons atas berkembangnya kabar pemindahan proyek strategis Maluku Integrated Port (MIP) dari Waesarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat, ke Pulau Ambon.

Isu ini bukan sekadar persoalan lokasi proyek. Ia menyangkut masa depan pembangunan ekonomi, konektivitas wilayah, hingga peluang investasi dan lapangan kerja bagi masyarakat SBB.

Sebagai organisasi kepemudaan, KNPI SBB memandang penting menghadirkan ruang diskusi terbuka agar seluruh pemangku kepentingan dapat menyampaikan pandangan dan sikapnya secara jujur di hadapan publik. Forum ini bahkan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah yang secara tegas menyampaikan komitmennya untuk terus memperjuangkan agar pembangunan MIP tetap berada di Waesarisa.

Sekretaris Daerah Kabupaten SBB, Alvin Tuasuun, dalam forum tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah masih berupaya mempertahankan proyek tersebut agar tetap dibangun di wilayah SBB. Lahan telah disiapkan, dan dukungan masyarakat terhadap pembangunan pelabuhan terintegrasi itu sangat kuat.

Baca Juga :  Bupati Malra : Inovasi Pendidikan Bangun Karakter dan SDM

Selama belum ada keputusan final dari pemerintah pusat, perjuangan tersebut akan terus dilakukan.

Ironisnya, di tengah upaya serius pemerintah daerah dan kegelisahan masyarakat, justru para wakil rakyat dari Kabupaten SBB—baik di tingkat DPRD Kabupaten maupun DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan SBB—tidak satupun hadir dalam forum tersebut.

Ketidakhadiran ini bukan sekadar soal absensi dalam sebuah acara. Ia menyisakan pertanyaan besar tentang komitmen representasi politik terhadap aspirasi masyarakat yang mereka wakili.

Dalam sistem demokrasi, wakil rakyat bukan hanya hadir ketika masa kampanye tiba. Mereka dipilih untuk menjadi jembatan antara kepentingan rakyat dan pengambilan keputusan politik.

Ketika masyarakat berbicara tentang masa depan daerahnya, ketika pemuda membuka ruang dialog terbuka untuk membahas isu strategis, kehadiran para legislator seharusnya menjadi bentuk tanggung jawab moral dan politik.

Forum seperti ini seharusnya dimanfaatkan oleh para anggota DPRD untuk menyampaikan sikap, memberikan penjelasan kepada publik, atau bahkan memperkuat posisi perjuangan daerah di hadapan pemerintah pusat. Namun yang terjadi justru sebaliknya: ruang dialog dibiarkan kosong dari suara mereka yang seharusnya mewakili rakyat.

Kondisi ini menimbulkan ironi politik di Saka Mese Nusa. Di satu sisi, pemerintah daerah masih berjuang mempertahankan proyek strategis agar tetap berada di wilayahnya. Di sisi lain, sebagian wakil rakyat justru absen dari ruang diskusi publik yang membahas masa depan daerah tersebut.

Baca Juga :  Hak Pihak Ketiga Tertahan, Sadam Bugis Sentil Gubernur Maluku: Jangan Mengeluh, Bayar Kewajiban!

Lebih jauh, sikap ini berpotensi memunculkan persepsi publik bahwa kepentingan masyarakat tidak lagi menjadi prioritas dalam agenda politik para wakil rakyatnya. Tanpa penjelasan yang transparan kepada publik, ketidakhadiran tersebut bisa saja dimaknai sebagai bentuk pengabaian terhadap mandat rakyat.

Sebagai Ketua DPD KNPI SBB, saya memandang bahwa dialog publik adalah ruang penting untuk mempertemukan aspirasi masyarakat dengan tanggung jawab pemimpin. Pemuda telah mengambil inisiatif membuka ruang itu secara terbuka dan demokratis. Karena itu, sangat disayangkan jika justru para wakil rakyat memilih tidak hadir di dalamnya.

Masyarakat SBB berhak mengetahui sikap para legislatornya terhadap isu pemindahan MIP. Mereka berhak mendengar langsung komitmen politik wakil-wakilnya dalam memperjuangkan masa depan daerah.

Pada akhirnya, kehadiran dalam forum publik bukan hanya soal memenuhi undangan. Ia adalah simbol keberpihakan. Ia adalah tanda bahwa seorang wakil rakyat masih memiliki keberanian untuk berdiri di tengah masyarakat yang diwakilinya.

Jika ruang dialog seperti ini saja ditinggalkan, maka wajar jika publik mulai mempertanyakan: masihkah nalar representasi itu hidup di dalam lembaga legislatif kita? Ataukah ia perlahan mati bersama absennya para wakil rakyat dari ruang-ruang aspirasi rakyatnya sendiri.(***)

Berita Terkait

Diduga BBM PLN dari Kapal Asia Pesona di Tengah Laut Terkuak, DPRD Maluku: Aparat Segera Bersikap
KNPI SBB ke Alfamidi: Etika Manajemen Rusak, Mitra Strategis Saja Dipermalukan Apalagi yang Lain
FISK IAKN Ambon Jadikan Hari Anak Nasional Momentum Membangun Generasi Emas di Negeri Ema
Hadir di LK III HMI Maluku, Saiful Chaniago Tekankan Lahirnya Pemimpin Visioner
KNPI SBB Sentil DPRD, Jangan Sibuk Berpolemik Saat Daerah Belum Punya Regulasi CSR
KNPI SBB Peringatkan DPRD Malteng, Klaim Tanjung Sial Harus Berdasar Hukum dan Sejarah
Isu Perselingkuhan Komisaris Bank Maluku, Ratna: Itu Tidak Benar
Mantan Napi Kasus PETI Masuk Proyek Unpatti, Soamole Sebut Integritas Kampus Dipertaruhkan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:38 WIT

Diduga BBM PLN dari Kapal Asia Pesona di Tengah Laut Terkuak, DPRD Maluku: Aparat Segera Bersikap

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:24 WIT

KNPI SBB ke Alfamidi: Etika Manajemen Rusak, Mitra Strategis Saja Dipermalukan Apalagi yang Lain

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:05 WIT

FISK IAKN Ambon Jadikan Hari Anak Nasional Momentum Membangun Generasi Emas di Negeri Ema

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:05 WIT

Hadir di LK III HMI Maluku, Saiful Chaniago Tekankan Lahirnya Pemimpin Visioner

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:38 WIT

KNPI SBB Peringatkan DPRD Malteng, Klaim Tanjung Sial Harus Berdasar Hukum dan Sejarah

Berita Terbaru

AMBON

Semarak Jelang HUT Proklamasi di Lapas Kelas II.A Ambon 

Senin, 27 Jul 2026 - 17:03 WIT