Danlanal Saumlaki dan Vikep KKT Duduk Semeja, Merajut Sinergi demi Tanimbar

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 13:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANIMBAR, Garda-Maluku.com, – Pagi ini, langit Olilit Barat masih menyimpan sisa embun. Sesaat sebelumnya, Letkol Laut (P) Dwi Prasetyo baru saja menyelesaikan satu tugas yang mungkin terdengar sederhana namun bermakna, menyapa anak-anak TK Anggrek. Tawa riang bocah-bocah kecil itu seakan menjadi pembuka perjalanan panjang hari itu.

Namun, agenda sesungguhnya baru dimulai. Dengan masih mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) TNI AL, Komandan Lanal Saumlaki itu mengarahkan langkahnya menuju Paroki Olilit Baru. Bukan untuk apel, bukan untuk inspeksi, melainkan untuk sebuah pertemuan yang jarang terjadi. Duduk berhadapan dengan Vicaris Episcopal (Vikep) KKT, Rev. Dom Ponsio Ongirwalu, pemimpin umat Katolik di Kepulauan Tanimbar, Jumat (18/9/2026).

Pukul 10.00 WIT. Pintu paroki terbuka. Tidak ada sekat protokoler yang kaku. Yang ada hanyalah dua tokoh, satu memegang komando armada laut, satu menggembalakan umat, bertemu dalam satu ruang, satu meja, satu tujuan: Tanimbar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan Sekadar Kunjungan Formal
Dalam budaya Indonesia, silaturahmi bukan sekadar agenda. Ia adalah spirit yang menghubungkan manusia dengan manusia, lembaga dengan lembaga dan itulah yang terjadi pagi itu.

Danlanal Saumlaki datang bukan sendiri. Ia didampingi Dandenpom Lanal Saumlaki, Kapten Laut (PM) Hery Purwanto, dan Paur Intelijen, Letda Laut (P) Fitalis Ricky Martisa. Tiga perwira, satu misi, mempererat jalinan yang selama ini mungkin hanya terjalin di atas kertas.

Perkenalan berlangsung hangat. Tawa kecil sesekali menyela pembicaraan. Namun di balik kehangatan itu, tersimpan pembahasan yang jauh dari ringan.

Lima Topik Meja Perbincangan, Satu Visi Tanimbar
Pertemuan itu tidak berjalan tanpa arah. Setidaknya lima topik besar menjadi bahan diskusi, masing-masing menyentuh denyut nadi kehidupan masyarakat Tanimbar.

Baca Juga :  JPU : Eksepsi Fatlalon Cs Tak Beralasan

Pertama, soal silaturahmi itu sendiri. Hubungan kelembagaan dan personal antara TNI AL dan Gereja Katolik di Kepulauan Tanimbar menjadi fondasi. Tanpa kedekatan, kolaborasi hanyalah wacana.

Kedua, dan mungkin yang paling menyentuh, adalah tentang anak-anak daerah. Danlanal dan Vikep berbicara tentang pembinaan dan peluang calon prajurit TNI bagi putra-putri Kepulauan Tanimbar. Di ruang itu, masa depan generasi muda Tanimbar seakan diproyeksikan, anak-anak yang hari ini bermain di pesisir, kelak bisa berdiri menjaga laut yang membesarkan mereka.

Ketiga, Blok Masela. Nama yang selama bertahun-tahun menjadi magnet sekaligus tantangan bagi Tanimbar. Kedua tokoh membahas antisipasi dampak sosial-ekonomi serta peran strategis wilayah pesisir Tanimbar dalam menghadapi era industri gas. Bukan sekadar proyek, Masela adalah titik balik peradaban Tanimbar dan gereja serta TNI AL ingin memastikan tidak ada yang tertinggal.

Keempat, situasi keamanan dan ketertiban. Menjaga kondusivitas wilayah laut dan darat Tanimbar bukan pekerjaan satu pihak. Ia membutuhkan mata dan telinga dari semua elemen, termasuk gereja yang menyentuh langsung denyut kehidupan umat.

Kelima, kemitraan. Gereja dan TNI AL bersepakat membangun kolaborasi dalam pelayanan masyarakat, kepemudaan, dan kebangsaan. Bukan simbolis, tapi nyata.

Di Antara Doa dan Tugas Negara
Ada sesuatu yang menyentuh dari pertemuan ini. Di satu sisi, ada seorang komandan yang bertanggung jawab atas keamanan perairan perbatasan. Di sisi lain, ada seorang gembala yang bertanggung jawab atas jiwa umat. Dua dunia yang sering dianggap terpisah, tapi pagi itu duduk bersama.

Baca Juga :  Respons Cepat! Polres Tanimbar Usut Tuntas Laporan 'Balikan' Gabriel Batyol & Oknum Nakal

“Pertemuan antara Danlanal Saumlaki dan Vicaris Episcopal KKT merupakan wujud nyata persaudaraan kebangsaan dan pelayanan bersama bagi masyarakat Tanimbar,” demikian refleksi yang muncul dari pertemuan tersebut.

Kalimat itu bukan sekadar retorika. Ia adalah pengakuan bahwa Tanimbar tidak bisa dibangun hanya dengan kekuatan. Ia butuh iman. Ia butuh kebersamaan. Ia butuh dialog.

“Ketika pertahanan laut dan pimpinan umat berdialog, tercipta ruang sinergi untuk menjaga kedamaian, membangun masa depan generasi muda, serta mengawal kesejahteraan warga di wilayah perbatasan.”

Tanimbar yang Damai, Tanimbar yang Sejahtera
Ketika pertemuan berakhir, tidak ada kesepakatan tertulis yang ditandatangani. Tidak ada konferensi pers megah. Yang ada hanyalah jabat tangan hangat, senyum, dan harapan.

Harapan bahwa silaturahmi ini bukan yang terakhir. Harapan bahwa anak-anak Tanimbar kelak bisa memilih jalan, entah menjadi prajurit yang menjaga laut, atau menjadi pemimpin yang membangun negeri. Harapan bahwa Blok Masela menjadi berkat, bukan bencana. Harapan bahwa Tanimbar tetap damai.

“Semoga kegiatan silaturahmi ini berjalan dengan lancar, penuh kehangatan, serta membawa keberkahan dan dampak positif bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar,” demikian pesan yang mengiringi pertemuan itu.

Dan seperti biasa, di ujung setiap pertemuan yang penuh makna, ada satu kalimat yang selalu hadir, menyatukan dua dunia yang berbeda namun satu tujuan:

“Tuhan Yesus memberkati seluruh pelayanan dan tugas kita.”

Tanimbar boleh jauh dari pusat kekuasaan. Tapi pagi itu, di sebuah paroki kecil di Olilit Barat, dua kekuatan besar, negara dan gereja, bersimpuh pada satu tujuan yang sama: kesejahteraan rakyat.

Berita Terkait

LSM Altar: Rp1,12 M Mandriak, Rakyat Berhak Tahu!
Buntut Dugaan Korupsi UP3 KKT, LSM Altar Beri Ultimatum: Usut Sebelum 17 Agustus atau Geruduk Lapangan Mandrwiak
Ancaman Aksi Massa, Rencana Penjagaan Ketat Aparat di Perempatan Batalyon, Warga Lermatang Siap Turun Jalan
Dua Hari Jelang Ground Breaking, Persiapan Kian Matang: Pangdam dan Gubernur Beri Apresiasi
PLT Kepala SMKN 1 Kepulauan Tanimbar Diduga Langgar Aturan, Sejumlah Guru Minta Dinas Pendidikan Turun Tangan
Groundbreaking Blok Masela 15 JULI 2026: TITIK BALIK SEJARAH KEBANGKITAN EKONOMI TANIMBAR
LMAT Kukuhkan Letkol Hendra Sebagai Dewan Penasehat, Sinergi Kuat Sukseskan Masela
Sejarah Baru bagi Tanimbar: Forkopimda Maluku Pastikan Groundbreaking Blok Masela Digelar Juli 2026

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 13:38 WIT

Danlanal Saumlaki dan Vikep KKT Duduk Semeja, Merajut Sinergi demi Tanimbar

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:47 WIT

LSM Altar: Rp1,12 M Mandriak, Rakyat Berhak Tahu!

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:03 WIT

Buntut Dugaan Korupsi UP3 KKT, LSM Altar Beri Ultimatum: Usut Sebelum 17 Agustus atau Geruduk Lapangan Mandrwiak

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:49 WIT

Ancaman Aksi Massa, Rencana Penjagaan Ketat Aparat di Perempatan Batalyon, Warga Lermatang Siap Turun Jalan

Senin, 13 Juli 2026 - 13:12 WIT

Dua Hari Jelang Ground Breaking, Persiapan Kian Matang: Pangdam dan Gubernur Beri Apresiasi

Berita Terbaru

AMBON

Pemkot Ambon Terus Membenahi Sistem Pengelolaan Sampah

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:23 WIT