GardaMaluku.com, Jakarta; Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Maluku tampil percaya diri dan menunjukkan kekuatan konsolidasi dalam perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) BPP HIPMI.
Dalam momentum strategis tersebut, BPD HIPMI Maluku secara resmi menyerahkan rekomendasi dukungan kepada Reynaldo Bryan sebagai bakal calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029.
Mengusung semangat besar “Kolaborasi Daerah untuk Indonesia”, langkah ini bukan sekadar simbol dukungan, melainkan penegasan posisi BPD HIPMI Maluku sebagai kekuatan daerah yang solid dan diperhitungkan dalam konstelasi nasional HIPMI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerahan rekomendasi dilakukan langsung oleh jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) BPD HIPMI Maluku, yakni Muhammad Reza Mony, Gemelita Pattiradjawane, dan Didit I. Serang. Kehadiran lengkap KSB itu, turut didampingi Wakil Ketua Umum Husen Tuheteru dan Ketua OKK Gadri R. Attamimi, memperlihatkan barisan yang kompak dan tak terpecah.
Dalam suasana penuh kehangatan namun sarat makna politik organisasi, dokumen rekomendasi diserahkan secara simbolis kepada Reynaldo Bryan.
Momen ini menjadi sinyal kuat bahwa BPD HIPMI Maluku tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai aktor penting dalam mendorong arah kepemimpinan nasional HIPMI ke depan.
BPD HIPMI Maluku menegaskan bahwa pengusaha muda daerah bukan lagi pelengkap, melainkan motor utama pertumbuhan ekonomi sekaligus mitra strategis pembangunan berkelanjutan.
Dukungan ini sekaligus membawa pesan bahwa daerah harus menjadi pusat kekuatan, bukan sekadar objek pembangunan.
Tak berhenti di situ, usai menerima dukungan, Reynaldo Bryan langsung mengukuhkan keseriusannya dengan mengembalikan formulir pendaftaran di Sekretariat BPP HIPMI, Menara Bidakara 2, Jakarta.
Seluruh persyaratan administratif dan teknis telah dinyatakan lengkap, menandai langkah resminya menuju kontestasi nasional.
Dalam pernyataannya, Reynaldo menegaskan visi besar yang sejalan dengan semangat yang diusung BPD HIPMI Maluku.
“Saya ingin HIPMI ke depan menjadi organisasi yang inklusif, bukan eksklusif. Kemenangan ini nantinya adalah kemenangan teman-teman daerah di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kompetisi harus dijalankan dengan cara elegan dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, sembari mengingatkan bahwa seluruh kandidat memiliki tujuan yang sama, yakni membesarkan HIPMI.
Lebih jauh, Reynaldo berkomitmen membuka ruang luas bagi kader daerah untuk menduduki posisi strategis dalam kepengurusan mendatang—mulai dari Ketua Bidang hingga jajaran Wakil Sekretaris Jenderal dan Wakil Bendahara Umum. Komitmen ini memperkuat narasi bahwa era baru HIPMI adalah era kebangkitan daerah.
Dengan tahapan verifikasi berkas yang dijadwalkan pada 21–22 April dan penetapan calon pada 22 April, langkah BPD HIPMI Maluku ini dinilai sebagai manuver awal yang kuat dan penuh perhitungan dalam menentukan arah kepemimpinan nasional HIPMI.
Di tengah dinamika Munas, satu pesan yang kini menguat: BPD HIPMI Maluku tidak sekadar hadir—mereka datang dengan kekuatan, visi, dan pengaruh.***


















