GardaMaluku.com, Ambon– Ketua Dewan Pimpinan Daerah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (DPD SOKSI) Provinsi Maluku memimpin langsung kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan dengan menyalurkan bantuan sembako kepada para santri Pondok Pesantren Hidayatullah Liang, Kabupaten Maluku Tengah.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tersebut dihadiri jajaran pengurus SOKSI Maluku, pengurus Partai Golkar, pimpinan dan pengurus pesantren, serta para santri dan santriwati.
Acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh kebersamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua panitia pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen SOKSI Maluku untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi dengan masyarakat, khususnya para santri di bulan Ramadan.
“Program ini telah kami siapkan sejak awal dengan komitmen agar dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian kami terhadap para santri di Pondok Pesantren Hidayatullah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, DPD SOKSI Maluku menyerahkan bantuan sembako berupa 1 ton beras, 100 kilogram gula pasir, dan 100 liter minyak kelapa kepada pihak pesantren. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para santri dalam beberapa waktu ke depan.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Liang, Muhammad Alwi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh SOKSI Maluku kepada para santri.
Menurutnya, pesantren yang dipimpinnya masih menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan dasar para santri.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Beberapa waktu lalu kami bahkan sempat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan beras untuk para santri. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Pesantren Hidayatullah Liang merupakan lembaga pendidikan berbasis organisasi masyarakat yang tidak dimiliki secara pribadi, dengan sistem kepengurusan yang berganti setiap lima tahun.
Saat ini, sebagian santri berasal dari keluarga kurang mampu sehingga pihak pesantren menerapkan sistem pembiayaan pendidikan berdasarkan kemampuan keluarga.
“Bagi santri yang mampu kami minta membayar, tetapi bagi yang tidak mampu kami tetap berusaha mencarikan solusi agar mereka tetap bisa belajar di pesantren,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD SOKSI Maluku menegaskan bahwa kegiatan berbagi tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat silaturahmi di bulan Ramadan.
“Ramadan mengajarkan kita untuk meningkatkan empati dan kepedulian kepada sesama. Walaupun bantuan yang diberikan tidak seberapa, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi para santri,” katanya.
Ia juga mengaku tetap berupaya hadir dalam kegiatan tersebut meskipun kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih setelah perjalanan dari Jakarta.
“Bagi saya ini adalah panggilan untuk bisa hadir bersama saudara-saudara kita di sini. Insya Allah ke depan kami akan terus berupaya membantu agar pesantren ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan sembako kepada pihak pesantren dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama para santri dalam suasana kebersamaan.***


















