Sorotan untuk Wanshuai Indo Mining: Publik Berhak Tahu Soal Tambang Gunung Botak

- Redaksi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 19:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, GardaMaluku.com— Pemerhati isu lingkungan dan investasi Maluku, Muhammad Pahrul, menyoroti keberadaan serta peran PT Wanshuai Indo Mining dalam pengelolaan aktivitas pertambangan di kawasan Gunung Botak, Pulau Buru.

Ia menilai, perusahaan tersebut perlu menjelaskan secara terbuka dasar hukum dan mekanisme kerja sama yang dijalankan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun dugaan pelanggaran di ruang publik.

“Publik berhak tahu apa dasar hukum yang digunakan perusahaan ini untuk beroperasi di wilayah yang sensitif seperti Gunung Botak. Apakah benar hanya sebagai pendamping koperasi pemegang IUPR, atau ada kegiatan lain di lapangan yang belum dijelaskan?” ujar Pahrul kepada wartawan di Ambon, Sabtu (18/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PT Wanshuai Indo Mining, yang beralamat di Jl. KH Mas Mansyur No. 59, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, diketahui memiliki izin pengangkutan dan penjualan (IPP) untuk komoditas mineral logam. Namun, jenis mineral yang dikelola belum pernah dipublikasikan secara terbuka. Perusahaan ini juga disebut akan mendampingi sepuluh koperasi pemegang IUPR di kawasan Gunung Botak.

Baca Juga :  Inflasi Ambon Turun 2,97 Persen di September 2025

Menurut Pahrul, mekanisme kemitraan tersebut harus dijelaskan dengan rinci agar publik memahami batas peran perusahaan. “Kita perlu kejelasan. Apakah kegiatannya hanya pengangkutan dan penjualan, atau ada proses pengolahan dan eksploitasi lain di luar izin yang dimiliki? Semua harus transparan,” katanya.

Ia juga mengingatkan adanya potensi penyimpangan dalam proses administrasi di sektor pertambangan rakyat. “Ada indikasi kuat praktik mafia administrasi yang menyebabkan pengelolaan tambang rakyat di Gunung Botak kerap tertunda. Aparat penegak hukum perlu turun tangan untuk memastikan semua proses berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

Baca Juga :  Koalisi Ormas Desak Evaluasi Proyek Strategis Nasional Bendungan Way Apo, Pemuda LIRA Maluku Soroti Kinerja BWS

Pahrul menegaskan, keterbukaan informasi menjadi langkah penting dalam mencegah munculnya kembali persoalan klasik di sektor tambang, seperti ketertutupan data, konflik kepentingan, dan praktik perizinan yang tidak akuntabel.

“Jika memang perusahaan itu beroperasi secara legal dan hanya membantu koperasi, maka membuka dokumen perizinan dan pola kerja sama ke publik justru akan memperkuat kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Gunung Botak selama ini dikenal sebagai kawasan tambang rakyat dengan potensi emas yang besar, namun juga menyimpan persoalan panjang terkait aktivitas tambang ilegal dan kerusakan lingkungan yang belum sepenuhnya terselesaikan.***

Berita Terkait

Perempuan Taniwel Fungsionaris DPD KNPI Bilang, Perempuan Tak Bisa Dinilai dari Penampilan ; PKK Kerja Nyata
Aset Lapas Saumlaki Terselamatkan
Polres MBD Didesak SP3-kan Kasus Pelanggaran ITE Tersangka JM 
Wawali Ambon Apresiasi Ukhuwah Fest 2026
Matinya Nalar Pimpinan DPRD SBB dan Aleg Maluku Dapil Saka Mese Nusa
Bulog Percepat Pembangunan Infrastruktur Pangan di Maluku & Malut
MIP Terancam Bergeser ke Ambon, Pemuda dan Pemkab SBB Tetap Bersikap
Dialog Pemuda SBB Soroti Gagalnya MIP di Waisarisa

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:08 WIT

Perempuan Taniwel Fungsionaris DPD KNPI Bilang, Perempuan Tak Bisa Dinilai dari Penampilan ; PKK Kerja Nyata

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:16 WIT

Aset Lapas Saumlaki Terselamatkan

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:24 WIT

Polres MBD Didesak SP3-kan Kasus Pelanggaran ITE Tersangka JM 

Senin, 9 Maret 2026 - 16:51 WIT

Wawali Ambon Apresiasi Ukhuwah Fest 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:52 WIT

Matinya Nalar Pimpinan DPRD SBB dan Aleg Maluku Dapil Saka Mese Nusa

Berita Terbaru

Daerah

Aset Lapas Saumlaki Terselamatkan

Selasa, 10 Mar 2026 - 18:16 WIT

AMBON

Wawali Ambon Apresiasi Ukhuwah Fest 2026

Senin, 9 Mar 2026 - 16:51 WIT