Calo dan Makelar Masih Subur di Pasar Mardika, Oknum Diduga Suruhan Ajudan Gubernur Maluku Lindungi Praktik Ilegal

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:22 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Ambon, GardaMaluku.com— Aktivitas percaloan dan praktik makelar pedagang masih tumbuh subur di kawasan Pasar Mardika, Kota Ambon. Pasar terbesar di Maluku yang seharusnya menjadi pusat ekonomi rakyat justru terus menjadi ladang empuk bagi oknum-oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi.

Ironisnya, sejumlah pihak diduga menggunakan nama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, sebagai tameng untuk melancarkan praktik ilegal tersebut. Bahkan, oknum yang terlibat disebut-sebut merupakan orang suruhan ajudan Gubernur Maluku berinisial SA.

Pantauan media ini pada Kamis (23/10) kemarin sekitar pukul 15.15 WIT, di pelataran gedung Pasar Mardika, tampak sejumlah pedagang masih bebas berjualan di area luar gedung, kawasan yang sejatinya telah dilarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil penelusuran, diketahui seorang oknum berinisial Mat, yang diduga orang suruhan ajudan Gubernur Maluku berinisial SA, membuka ruang bagi pedagang untuk berjualan di area terlarang tersebut dengan imbalan uang pengamanan sebesar Rp1 juta per lapak.

Tak hanya itu, area yang dijadikan tempat berjualan tersebut ternyata merupakan lokasi yang diklaim milik pihak lain, berinisial Din. Persoalan kemudian memanas ketika antara Mat dan Din terlibat adu mulut hingga nyaris berujung adu fisik, lantaran keduanya saling mengklaim penguasaan atas area tersebut.

Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan menuturkan, keributan pada Kamis kemarin itu bermula ketika Mat memberikan izin berjualan kepada salah satu pedagang di luar gedung pasar dengan meminta uang sebesar Rp1 juta.

Tak lama kemudian, Din datang menegur pedagang tersebut agar segera pindah karena lokasi itu diklaim milikny.

“Pedagang itu bilang tidak bisa pindah karena dia sudah bayar satu juta ke Rahmat (Mat). Rahmat bilang dia orang suruhan ajudan Gubernur, jadi pedagang percaya dan berani jualan di situ,” ungkap sumber pedagang itu kepada media ini.

Kejadian ini memperlihatkan lemahnya pengawasan dan ketegasan pengelola pasar terhadap praktik liar yang terus menggerogoti tata kelola kawasan ekonomi rakyat itu.

Pasar Mardika, yang menjadi simbol denyut ekonomi masyarakat Kota Ambon, kembali dicoreng oleh perilaku oknum yang memanfaatkan kedekatan dengan lingkar kekuasaan untuk mencari keuntungan pribadi dengan cara melanggar aturan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Pasar Mardika. Para pedagang berharap aparat penegak hukum serta Pemerintah segera turun tangan menertibkan praktik-praktik ilegal di kawasan tersebut.

Sebab, praktik percaloan dan jual-beli lapak di Pasar Mardika sudah lama menjadi masalah klasik yang tak kunjung mendapat penyelesaian tegas.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Minta Dinas Pendidikan Siapkan Data Sekolah Rusak, SDN 2 Latuhalat Fokus Perbaikan di APBD 2027
HIPMI Kota Ambon Bidik Kolaborasi Strategis dengan Kemenkum Maluku Lindungi Produk UMKM
Terima Kasih Pangdam Pattimura, Warga Taniwel Timur Harap Bisa Hadir Resmikan Jembatan Wai Nawayaya
Pekan Pembayaran PBB Tanpa Denda Mulai Senin Mendatang
Pemkot Ambon Akan Terus Tekan Angka Kemiskinan
Hawaian Music Band Competition 2026, Wawali : Kekayaan Kota AmbonMusik Tetap Hidup
Ketua TP-PKK Ajak Perempuan Ambon Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Serviks
SPPT-PBB Jadi Perhatian, DPRD Ambon Angkat Bicara

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:24 WIT

DPRD Minta Dinas Pendidikan Siapkan Data Sekolah Rusak, SDN 2 Latuhalat Fokus Perbaikan di APBD 2027

Senin, 2 November 2026 - 13:36 WIT

HIPMI Kota Ambon Bidik Kolaborasi Strategis dengan Kemenkum Maluku Lindungi Produk UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:37 WIT

Terima Kasih Pangdam Pattimura, Warga Taniwel Timur Harap Bisa Hadir Resmikan Jembatan Wai Nawayaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:32 WIT

Pekan Pembayaran PBB Tanpa Denda Mulai Senin Mendatang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:38 WIT

Hawaian Music Band Competition 2026, Wawali : Kekayaan Kota AmbonMusik Tetap Hidup

Berita Terbaru

AMBON

Pekan Pembayaran PBB Tanpa Denda Mulai Senin Mendatang

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:32 WIT