Datang untuk Berdamai, Walpri Pemprov Maluku Sampaikan Permintaan Maaf

- Redaksi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GardaMaluku.com, Ambon; Pengawal Pribadi Gubernur Maluku, Rohim, menyampaikan permintaan maaf kepada kelompok mahasiswa atau pemuda terkait ucapan yang terlontar secara spontan saat menjalankan tugas pengamanan pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Sersan Kepala TNI bernama lengkap La Rahimu, itu menegaskan, kedatangannya bukan untuk mencari persoalan, melainkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara damai sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas bahasa yang disampaikan secara spontan.

Menurutnya, kejadian bermula setelah pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI. Saat itu, Gubernur Maluku turun dari tribun dan hendak menuju kendaraan. Sebagai bagian dari tim pengamanan, dirinya bersama rekan-rekan bertugas memberikan ruang agar gubernur dapat berjalan dengan aman dan leluasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ketika gubernur sedang diwawancarai sejumlah wartawan, tiba-tiba muncul sekelompok pemuda yang membawa spanduk serta salah seorang di antaranya membawa sepotong bambu.

Kehadiran kelompok tersebut kemudian mendapat perhatian dari petugas pengamanan.

“Saya sebagai pengawal harus memastikan barang yang dibawa itu apa. Kami tidak tahu isinya dan apakah dapat mengancam keamanan beliau. Ini semata-mata bagian dari tugas kami untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya, pada Selasa, (18/8/2026)

Baca Juga :  Diterima Hangat KONI Maluku, ORADO Mulai Proses Menuju Keanggotaan Resmi

Ia menjelaskan, pihaknya kemudian meminta kelompok tersebut agar tidak langsung mendekati gubernur.

Mereka diarahkan untuk menyampaikan maksud dan tujuan melalui prosedur yang berlaku, termasuk berkoordinasi dengan protokol.

“Kalau mau bertemu gubernur, silakan melalui prosedur yang baik. Jangan langsung menerobos, karena beliau adalah pemimpin kita yang harus kita jaga bersama,” katanya.

Menurutnya, dirinya telah beberapa kali menyampaikan kepada kelompok tersebut agar menunggu dan menyampaikan aspirasi melalui jalur yang tepat.

Namun, situasi ketika itu membuat dirinya secara spontan mengeluarkan ucapan yang kemudian dianggap menyinggung pihak tertentu.

Ia menegaskan bahwa ucapan tersebut tidak dilandasi niat untuk merendahkan atau menghina mahasiswa maupun pemuda yang berada di lokasi.

“Sebagai manusia biasa, saya mengakui ada bahasa yang keceplosan. Untuk itu, saya datang ke sini semata-mata untuk menyampaikan permintaan maaf. Saya tidak punya niat untuk bermusuhan dengan saudara-saudara mahasiswa,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah berupaya membuka ruang komunikasi dengan pihak yang merasa tersinggung. Bahkan, dirinya siap bertemu di mana pun untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik.

Baca Juga :  Diduga Ada Manuver Perampasan Aset Negara di Jalan Jenderal Sudirman, Nama Bos Dian Pertiwi Jadi Terseret

“Saya sudah sampaikan, kalau mereka mau bertemu saya, di mana pun saya akan datang. Kalau mereka mau datang ke tempat saya, saya juga akan fasilitasi. Tujuan saya adalah mencari kedamaian, bukan mencari masalah,” tegasnya.

Dirinya berharap persoalan tersebut tidak kembali diperbesar atau digiring ke arah yang dapat menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

“Saya datang ke sini untuk berdamai. Saya berharap masalah ini tidak lagi digelindingkan. Mari kita selesaikan dengan kepala dingin,” ujarnya.

Terkait statusnya sebagai anggota pengamanan/protokoler, ia mengatakan hingga saat ini dirinya masih menjalankan tugas seperti biasa sebagai bawahan dan tetap menunggu arahan dari pimpinan.

Ia kembali menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pribadi atas ucapan yang terlontar secara spontan, bukan sebagai bentuk pengakuan terhadap tuduhan atau informasi lain yang berkembang di masyarakat.

“Saya tidak mengenal mereka dan tidak tahu siapa yang membawa spanduk maupun bambu tersebut. Yang saya tahu, saya menjalankan tugas untuk menjaga keamanan pimpinan. Tetapi atas bahasa saya yang mungkin menyinggung, saya dengan tulus meminta maaf,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Pertikaian Patahuwe-Lisabata Pecah Setelah Insiden Kebakaran Kebun, Polisi Siagakan Personel
Ujung Tombak Pembangunan, Walikota Minta Lurah Perhatikan Daerah Masing-Masing
224 Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik, Wali Kota Ambon Tekankan Kinerja Sesuai Tupoksi
Memperingati HUT Ke 37, SD Negeri 75 Passo Perkuat Kolaborasi
Masjid Al’Nurul Passo Jadi Lokasi Jumat Berkah Korem 151/Binaiya, TNI dan Warga Bergotong Royong
Masih Momentum Haornas, Kodam Pattimura-Korem Binaiya dan ORADO Perkuat Sinergi Olahraga di Ambon
Masyarakat Negeri Buano Tagi Janji Politik Gubernur Terkait Pembuatan Puskesmas Rawat Inap
Pangdam Tutup Dikmata TNI AD 2026, Danrem 151/Binaiya Ikut Saksikan Penyumpahan Prajurit Baru

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:23 WIT

Pertikaian Patahuwe-Lisabata Pecah Setelah Insiden Kebakaran Kebun, Polisi Siagakan Personel

Jumat, 11 September 2026 - 13:40 WIT

Ujung Tombak Pembangunan, Walikota Minta Lurah Perhatikan Daerah Masing-Masing

Jumat, 11 September 2026 - 13:09 WIT

224 Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik, Wali Kota Ambon Tekankan Kinerja Sesuai Tupoksi

Jumat, 11 September 2026 - 10:24 WIT

Memperingati HUT Ke 37, SD Negeri 75 Passo Perkuat Kolaborasi

Jumat, 11 September 2026 - 10:18 WIT

Masjid Al’Nurul Passo Jadi Lokasi Jumat Berkah Korem 151/Binaiya, TNI dan Warga Bergotong Royong

Berita Terbaru