Domino dari Meja Rakyat ke Arena Prestasi

- Redaksi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:20 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika Domino Naik Kelas: Dari Permainan Rakyat ke Olahraga Kecerdasan

Oleh: M. Fahrul Kaisuku | Sekretaris Pengprov ORADO Maluku

Ambon, GardaMaluku.com— Domino atau gaple telah lama hidup sebagai permainan rakyat yang mengakar kuat dalam keseharian masyarakat Indonesia, tak terkecuali Maluku. Ia dimainkan tanpa sekat usia dan status sosial, hadir di ruang-ruang informal sebagai sarana hiburan sekaligus perekat relasi sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun di balik kesederhanaan itu, domino sejatinya bukan sebatas permainan pengisi waktu. Melainkan ini merupakan arena adu kecerdasan, ketepatan membaca situasi, dan kecermatan menyusun strategi.

Setiap kartu yang dimainkan menuntut perhitungan. Pemain harus mengingat pola yang sudah terbuka, menebak kartu lawan, sekaligus menentukan langkah yang paling menguntungkan.

Proses ini berlangsung cepat, sering kali dalam tekanan, dan membutuhkan konsentrasi penuh. Inilah yang membedakan domino dari permainan untung-untungan. Menang atau kalah bukan ditentukan nasib, melainkan kualitas berpikir dan pengendalian diri.

Perkembangan domino sebagai cabang olahraga kecerdasan menemukan momentumnya ketika permainan rakyat ini dilembagakan melalui Federasi Olahraga Domino Nusantara (ORADO).

Baca Juga :  Blunder Spanduk di SBB: Kelalaian, Manuver Politik, atau Cerminan Birokrasi Amburadul?

Pengakuan ini bukan upaya memoles tradisi menjadi sekadar modern, tetapi menempatkan domino pada posisi yang semestinya. Sebagai kompetisi intelektual yang layak dibina, diatur, dan dipertandingkan secara profesional.

Maluku menangkap momentum tersebut dengan langkah konkret. Pengurus Provinsi ORADO Maluku telah resmi dideklarasikan sekaligus dilantik pada 8 Januari serempak 37 Provinsi lainnya.

Muhammad Azis Tunny dipercaya sebagai ketua Pengprov, didampingi M. Fahrul Kaisuku sebagai sekretaris, serta Claurin Sahusilawane sebagai bendahara. Keseriusan untuk mengelola domino tidak lagi secara sporadis, tetapi melalui sistem pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

Pembentukan Pengprov ORADO Maluku bukan juga hanya perihal urusan organisasi. Melainkan menebar pesan yang lebih luas tentang cara pandang terhadap olahraga dan kebudayaan.

Domino, yang selama ini kerap dipandang sebelah mata dan negatif, kini diletakkan dalam kerangka prestasi, sportivitas, dan pengembangan kapasitas berpikir. Pada titik ini, domino sejajar dengan cabang olahraga kecerdasan lain yang lebih dulu mapan.

Baca Juga :  Tantangan dan Tanggung Jawab Bupati Baru: Efisiensi Anggaran dan Implikasinya terhadap Pembangunan Jalan Lintas Huamual serta Kesejahteraan Masyarakat

Bagi Maluku, langkah ini juga memiliki dimensi sosial dan kultural. Domino telah lama menjadi ruang interaksi masyarakat. Ketika ia dikelola secara profesional, ruang itu tidak hilang, justru diperluas. Turnamen, pembinaan atlet, dan kompetisi berjenjang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara positif, terukur, dan bermartabat.

Tantangan ke depan tentu tidak ringan. Stigma lama terhadap permainan rakyat masih ada, begitu pula pekerjaan rumah dalam membangun sistem pertandingan, menjaring atlet potensial, serta memastikan tata kelola organisasi berjalan sehat. Namun dengan kepengurusan yang telah terbentuk, Maluku memiliki fondasi awal untuk menjawab tantangan tersebut.

Domino kini berada pada persimpangan penting dalam sejarahnya. Cabor baru ini selain sebagai warisan permainan rakyat, tetapi sedang bergerak menuju olahraga kecerdasan yang diakui. Dan melalui Pengprov ORADO Maluku yang telah dilantik, meletakan komitmen, tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga mengubahnya menjadi ruang prestasi dan pengembangan akal budi.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menakar Objektivitas Konflik Lisabata-Patauhe: Menepis Misinformasi, Gandong dan Kela Peta Jalan Solusi Damai
Gubernur Hendrik Butuh Ruang Fiskal, Berisiknya Pujian dan Tepuk Tangan Buka Cela Mencela
Ditengah Keterbatasan Fiskal, Hendrik Lewerissa Tetap Pertahankan TPP: Kesejahteraan ASN jadi Perhatian
Alga Hijau Dictyosphaeria versluysii dan Ekonomi Biru Berbasis Kearifan Lokal
Menakar Keadilan di Bumi Raja-Raja: Membongkar Tarik Ulur Kebijakan PIT di Laut Maluku
Kembalikan Kejayaan Rempah Maluku: Cengkeh Hutan Amalatu sebagai Motor Kebangkitan Ekonomi SBB
Umar Lessy & RR Otak Dibalik Penghentian Musda Golkar Kota Ambon
Bumi, Tanah, dan Ingatan yang Sengaja Dilupakan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 10:33 WIT

Menakar Objektivitas Konflik Lisabata-Patauhe: Menepis Misinformasi, Gandong dan Kela Peta Jalan Solusi Damai

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIT

Gubernur Hendrik Butuh Ruang Fiskal, Berisiknya Pujian dan Tepuk Tangan Buka Cela Mencela

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:57 WIT

Ditengah Keterbatasan Fiskal, Hendrik Lewerissa Tetap Pertahankan TPP: Kesejahteraan ASN jadi Perhatian

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:39 WIT

Alga Hijau Dictyosphaeria versluysii dan Ekonomi Biru Berbasis Kearifan Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:55 WIT

Menakar Keadilan di Bumi Raja-Raja: Membongkar Tarik Ulur Kebijakan PIT di Laut Maluku

Berita Terbaru