Isu Bendera RMS di Aboru HOAX, Terpantau Situasi Aman dan Kondusif, Upacara Hari Kemerdekaan RI Berlangsung Khidmat

- Redaksi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:12 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaluku.com, Aboru:  Isu mengenai dugaan pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dipastikan tidak sesuai dengan hasil pantauan di lapangan.

Berdasarkan pantauan media ini, pada Senin (17/8/2026), tidak ditemukan adanya pengibaran bendera RMS sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

Situasi di Negeri Aboru justru terpantau aman, tertib dan kondusif, dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 RI berlangsung khidmat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah media lokal maupun nasional sebelumnya menyoroti kemeriahan peringatan kemerdekaan di Negeri Aboru.

Salah satu momen utama yang menjadi perhatian adalah pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang kurang lebih 500 meter di kawasan Pantai Dusun Naira.

Aksi tersebut melibatkan masyarakat bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto dan sejumlah unsur pemangku kepentingan. Wakil Gubernur Maluku H. Abdullah Vanath serta sejumlah pimpinan instansi vertikal juga hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Pembentangan Merah Putih raksasa itu menjadi simbol kebersamaan, persatuan dan kecintaan masyarakat Aboru terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain upacara dan pembentangan Merah Putih, peringatan HUT ke-81 RI di Aboru juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan, seperti perlombaan rakyat, bakti sosial kesehatan, pembagian sembako hingga makan bersama yang melibatkan masyarakat, TNI, pemerintah daerah dan unsur Forkopimda.

Baca Juga :  Gerakan Wakaf Al-Qur’an: Menanam Cahaya Ilmu, Membangun Generasi Berakhlak

Di tengah tingginya perhatian publik terhadap kegiatan tersebut, muncul sejumlah unggahan di media sosial yang mengaitkan momentum perayaan kemerdekaan di Aboru dengan dugaan pengibaran bendera RMS.

Namun, hasil pengecekan aparat di lapangan tidak menemukan adanya bendera RMS sebagaimana yang ditampilkan dalam sejumlah unggahan tersebut.

Terpantau juga, Kapolsek Pulau Haruku bersama personel Polsek Pulau Haruku melakukan patroli dan pengecekan di sejumlah titik di Negeri Aboru sekitar pukul 15.10 WIT.

Lokasi yang diperiksa meliputi Dusun Salele, Pantai Gapura Negeri Baru, sejumlah rumah warga, Ujung Tanjung Hatukui, Tanjung Salele, Jalan Waikenal Negeri Aboru hingga kawasan permukiman di dalam Negeri Aboru.

Dari seluruh titik yang dilakukan pengecekan, polisi tidak menemukan bendera bercorak empat warna sebagaimana yang dinarasikan dalam sejumlah unggahan media sosial.

Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah masyarakat dan tokoh setempat. Berdasarkan informasi yang diperoleh, foto-foto bendera yang beredar tersebut disebut sebagai dokumentasi lama yang kembali dimunculkan di media sosial dan kemudian dikaitkan dengan situasi pada perayaan HUT ke-81 RI di Aboru.

Baca Juga :  Jais Ely Disorot, Pemuda ICMI Maluku Gelar Aksi Desak Penegakan Hukum Proyek Mangkrak Terarium Namalatu Beach

Keterangan tersebut diperkuat dengan kondisi faktual di lapangan. Tidak terdapat temuan pengibaran bendera RMS selama pelaksanaan patroli hingga kegiatan selesai.

Sejumlah anggota TNI dan Polri yang dikonfirmasi terkait isu tersebut juga menegaskan bahwa bendera yang dibentangkan masyarakat dalam rangkaian perayaan kemerdekaan adalah Bendera Merah Putih sepanjang kurang lebih 500 meter.

Dengan demikian, narasi yang mengaitkan pembentangan Merah Putih di Aboru dengan pengibaran bendera RMS dinilai tidak sesuai dengan fakta hasil pemantauan di lapangan.

Pelaksanaan HUT ke-81 RI di Negeri Aboru justru memperlihatkan suasana kebangsaan yang kuat.

Masyarakat bersama aparat keamanan dan pemerintah mengikuti berbagai kegiatan dalam suasana penuh kebersamaan.

Hingga rangkaian kegiatan berakhir, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Negeri Aboru terpantau aman dan kondusif.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan di Negeri Aboru berlangsung dalam semangat persatuan, gotong royong dan kecintaan terhadap NKRI, di tengah berbagai informasi yang beredar di ruang digital.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan kembali foto atau informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi lama yang dapat dikaitkan dengan peristiwa atau kondisi terkini.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath
Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah
Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health
Kota Ambon Raih Terbaik I TPAKD Award 2026
Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran
Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon
RDP di Dinas PU Terkait Penuntasan Pekerjaan Fisik 2026, Komisi III : Tidak Boleh Ada Hutang Di Tahun Sebelumnya
Berdiri Dua Jam di Hercules ke Meja Komitmen, Bupati SBT Kejar Tuntaskan RDTR

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIT

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:33 WIT

Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:23 WIT

Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:01 WIT

Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:27 WIT

Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon

Berita Terbaru